TANTRUM - Dunia terus dirundung berbagai jenis penyakit. Salah satunya hepatitis yang merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan virus, autoimun, atau obat-obatan.
Hepatitits yang disebut jenis misterius tersebut banyak menyerang anak. Penyakit ini diduga disebabkan oleh adenovirus 41F yang ditemukan pada 72 persen kasus.
Ketua Divisi Gastroenterologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K)., mengatakan berdasarkan data terbaru, Indonesia mendapat 70 laporan kasus penyakit tersebut dengan 16 kasus probable per 24 Juni 2022.
Saat ini, penyakit tersebut baru diketahui kriterianya, yaitu diderita pasien berusia di bawah 16 tahun; terjadi sejak 1 Oktober 2021; Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) pasien di bawah 500 IU/L; serta pasien tidak terinfeksi virus hepatitis A–E.
Lebih lanjut, Dr. Muzal menyampaikan, hepatitis A adalah penyakit yang paling mirip dengan hepatitis misterius ini. Virus hepatitis A ditularkan melalui saluran pencernaan sehingga masyarakat diharapkan selalu menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan.
Ia mengatakan wabah hepatitis ini sering kali ditemukan di permukiman padat penduduk, sekolah, dan pesantren. Hepatitis A memiliki gejala klinis yang mirip dengan hepatitis misterius, seperti demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, hingga penyakit kuning.
“Untuk mempersiapkan kasus hepatitis misterius ini, tenaga kesehatan perlu melihat klinis dan gejala-gejala pada anak sebelum melakukan pemeriksaan virus serta melakukan kegiatan penyuluhan preventif kepada orang tua,” kata Dr. Muzal, dikutip dari website UI, Sabtu (9/7/2022).
Muzal berbicara pada webinar bertajuk “Hepatitis Akut pada Anak, Bagaimana Sistem Pelayanan Kesehatan Bersiap?” yang diadakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), pada Sabtu (3/7/2022).
Pada acara yang sama, Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), dr. Adang Bachtiar, M.PH., D.Sc., menyampaikan, acara ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa, terutama mahasiswa FKM UI, untuk menambah wawasan terkait sistem kesehatan, terutama sistem pelayanan kesehatan primer dan sekunder.
Baca Juga: Kartu Jakarta Pintar Puluhan Anggota Geng Tawuran Warjun 208 Terancam Dicabut
“Sistem pelayanan kesehatan primer dan sekunder merupakan bagian dari sistem kesehatan paripurna yang melingkupi persoalan human health dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Oleh karena itu, ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa agar kedepannya siap berkontribusi di ruang publik,” kata dr. Adang.
Berita Terkait
-
Epidemiolog Tidak Setuju dengan Penyebutan Penyakit Hepatitis Misterius, Ini Alasannya
-
Dapat Menyebabkan Kematian, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Hepatitis Akut yang Masih Mewabah
-
6 Anak Meninggal karena Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes: Telat Terdeteksi
-
Hepatitis Misterius Masih Mengintai, Ketahui Kronologi Penyebaran dan Kemungkinan Penyebabnya
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura