/
Minggu, 10 Juli 2022 | 11:59 WIB
(Unsplash via suara.com)

TANTRUM - Pasar cryptocurrency telah mengalami banyak siklus pertumbuhan dan penurunan yang panjang, sejak mulai bergeliatnya industri aset digital ini pada tahun 2009. 

Sampai sekarang, pasar Bitcoin cs telah menciptakan tren berkelanjutan yang lebih besar yang dikenal sebagai pasar bull and bear yang dilambangkan banteng untuk aksi beli dan beruang untuk aksi jual. 

Memang benar bahwa setiap penurunan pasar sejauh ini diikuti oleh pemulihan dan pertumbuhan yang signifikan, periode penurunan dapat membuat stres dan sulit dinavigasi bagi pedagang berpengalaman maupun investor pemula.

Namun dalam menghadapi naik turunnya pasar kripto, ada kalanya akal sehat dikebelakangkan karena perdagangan yang emosional. 

Dikutip dari Coinbase, Minggu (10/7/2022), salah satu strategi penting yang harus dikuasai pedagang atau investor di dalam perdagangan aset kripto adalah tidak menjadi mangsa FOMO dan FUD.

Tentu mengikuti berita dan tren terbaru tentang cryptocurrency sangat penting, tetapi terlalu banyak menyerap informasi juga tidak baik. Ini terutama terjadi di saat pasar kripto sedang turun, di mana semuanya terlalu menggantungkan pada insting dan melakukan perdagangan pada waktu tidak tepat.

FOMO (takut ketinggalan) dan FUD (takut, tidak pasti, dan ragu) adalah istilah umum di ruang kripto, dan dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat pada pilihan kita untuk membeli dan menjual daripada yang ingin kita lakukan sebenarnya.

FUD singkatan dari Fear, Uncertainty, and Doubt. FUD umumnya mengacu pada sentimen pasar negatif, yang disebabkan oleh beberapa rumor, artikel berita yang tidak menguntungkan, atau tokoh terkemuka yang mengungkapkan kekhawatiran tentang pasar atau aset tertentu. 

Hal itu dapat memiliki efek negatif pada harga karena pedagang menjual kepemilikan mereka mengharapkan penurunan harga lebih lanjut. 

Baca Juga: Penjabat Gubernur Sulbar Minta Penyaluran Daging Kurban Menggunakan Daun Pisang Atau Daun Jati

FOMO adalah kebalikan dari FUD, singkatan dari Fear of Missing Out yang artinya takut kehilangan atau ketinggalan peluang. 

FOMO terkait kecenderungan pedagang untuk terbawa dengan angan-angan setelah melihat aksi harga atau berita positif, terkadang mengabaikan sinyal fundamental dengan tergesa-gesa untuk melompat ke kapal atau naik roket menuju bulan.

Ingat: Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, dan tidak ada saran orang yang lebih baik daripada melakukan penelitian Anda sendiri dan sampai pada kesimpulan Anda sendiri. 

Ada beberapa kasus ketika influencer dan penerbit yang memiliki kepentingan dalam menyebabkan FUD atau FOMO untuk memanipulasi pasar ke arah tertentu. Jadi, saat mempelajari tentang pembaruan terbaru di pasar cryptocurrency, selalu coba dan konfirmasi dengan berbagai sumber.

Load More