“Kami menyediakan dua ukuran. Ada yang 100 gram harganya Rp16.000. Lalu, 60 gram harganya Rp10.000. Ukuran yang besar biasanya kita jual ke supermarket, sedangkan ukuran kecil buat di minimarket,” ungkapnya.
Sebelum bisa lolos ke toko ritel, Patria telah mencoba sampai lima kali menawarkan ke toko-toko yang ada. Namun, ia kerap mengalami penolakan.
“Paling cepat satu bulan kita kembali untuk penawaran lagi. Tapi, rata-ratanya 2-3 bulan kemudian kita balik lagi. Minimal kita kasih sampel dulu supaya mereka ingat dengan kita,” tuturnya.
Ia mengaku, jika produk miliknya memiliki poin unik dibandingkan yang lain, terutama pada varian rasa. “Tempe Krezi” ini memiliki varian rasa spicy, cheese, original, dan yang terbaru korean spicy.
“Produksinya di Sariwangi. Semenjak covid-19, omzetnya jadi turun. Sekarang per bulan dapat Rp50 juta. Sebelum covid, kami biasanya dapat Rp100 juta per bulan,” jelasnya.
Sementara itu, Humas Yogya Group, Achmad Nuzurul Karnain menuturkan, sejak berdiri tahun 1982, Yogya telah bekerja sama dengan lebih dari 100 UMKM di Kota Bandung.
Menurutnya, kualitas dari produk para UMKM semakin hari kian meningkat. Dari hasil penawaran tahap pertama saja, ia mengaku sudah ‘klik’ dengan beberapa produk yang ditawarkan.
“Tadi ada produk buah kering yang bagus, rasanya juga enak dan kemasan bagus. Tapi, memang dari segi harga cukup tinggi ya. Jika nanti akan kerja sama dengan kita, akan kita letakkan pada playstore premium, salah satunya di Yogya Junction,” kata Achmad.
Ia mengaku sangat mendukung dan akan membantu para UMKM di Kota Bandung untuk bisa mempromosikan produk usahanya lebih luas.
Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Insecure terhadap Karya Sendiri, Jangan Minder!
Namun, ia menekankan, jika langkah ini bukan tahap akhir yang dicapai oleh para pelaku UMKM. Justru inilah titik awal perjuangan mereka.
“Terkadang, para UMKM itu berpikirnya kalau sudah lolos di ritel itu sudah tenang. Padahal, ke depannya mereka akan bersaing dengan produk-produk nasional. Mereka juga harus mempersiapkan jumlah kebutuhan yang kami perlukan,” imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sempat Terpuruk Karena Pandemi, Inilah Program untuk Pulihkan Industri Ritel
-
Mendag Zulhas: Mau Nggak Mau Pengusaha Ritel Kembangkan Penjualan Online
-
Bisa Jadi Alternatif Wisata Belanja, Promosi Ritel Kuliner Eropa Hadir di Dua Lokasi Berikut
-
Tawarkan Sukuk Ritel SWR003, Kemenkeu Beri Kupon 5,05 Persen
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan