TANTRUM - Kesehatan mata merupakan salah satu modal dasar agar tetap produktif. Masyarakat acap kali tidak menyadari bahwa mata yang sehat merupakan anugerah untuk menjaga produktivitas.
“Mata merupakan organ vital yang harus kita jaga,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Arief S. Kartasasmita pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) “Tetap Produktif Menggunakan Mata di Usia Tidak Muda” yang digelar secara daring oleh Dewan Profesor Unpad, yang dikutip Rabu (20/7/2022).
Arief mengatakan bahwa pertambahan usia membuat organ mata menjadi rentan terganggu kesehatannya. Deteksi dini pun diperlukan. Jika ada gejala sakit, diharapkan dapat segera mengunjungi dokter.
“Yang terpenting deteksi dini. Jangan tunggu sakit, kalau bergejala langsung dilihat, tidak perlu ke dokter mata minimal ke dokter umum,” kata Arief.
Salah satu kondisi permasalahan mata yang kerap terjadi di usia 40 tahun ke atas adalah anterior segment problem.
Arief mengatakan, gejala yang umum ditemui dari kondisi tersebut adalah mata merah disertai perasaan tidak nyaman, sakit kepala sebelah (migrain), mata kering, hingga mata menjadi cepat lelah dan kedutan.
“Biasanya kita anggap enteng, tetapi kalau kita biarkan ini bisa jadi suatu masalah serius di kemudian hari,” ujarnya.
Kendati tidak semua gejala ini dapat diobati, ada beberapa cara untuk mengurangi gejala anterior segment problem, yaitu: menggunakan kacamata apabila sedang berada di depan layar ponsel atau komputer, istirahat yang cukup, sering olahraga, bekerja pada ruangan yang cukup cahaya, hingga berkonsultasi ke dokter.
Prof. Arief juga menjelaskan bahwa kualitas kesehatan pada mata sangat berpengaruh dengan tubuh. Penyakit seperti diabetes, jantung, serta adanya hipertensi, hiperkolesterol, dan pengentalan darah juga dapat memengaruhi pada kesehatan mata.
Baca Juga: Kawanan Pencuri Gondol Materai Senilai Rp 1,5 Miliar Milik PT Pos Indonesia Cabang Lampung
“Jadi kalau misalnya sakit mata biasanya ada kaitannya pada tubuh secara umum,” jelas Prof. Arief.
Prof. Arief pun menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sedini mungkin. Masyarakat seringkali baru memperbaiki gaya hidup di usia tidak muda. Padahal, akan lebih baik jika sejak awal sudah menjaga pola hidup sehat.
“Minimal diperbaiki daripada tidak sama sekali. Tetapi lebih enak lagi kalau dari awal,” kata Prof. Arief.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen