/
Rabu, 20 Juli 2022 | 14:07 WIB
Ilustrasi Covid-19 - gejala omicron varian baru (Pixabay) (suara.com)

TANTRUM - Menteri kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan COVID-19 subvarian baru Omicron yaitu Centaurus sudah terdeteksi di Indonesia

Budi melaporkan kepada Presiden RI, bahwa terdapat tiga kasus subvarian tersebut. Satu ada di Bali karena kedatangan luar negeri, dua ada di Jakarta. 

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional, Brigjen TNI Purn dr Alexander K Ginting Sp.P (K). FCCP, yang mengungkapkan bahwa pihak laboratorium Indonesia sudah melaporkan temuan kasus Omicron Centaurus. 

“Dari Laboratorium sudah dilaporkan tiga kasus Centaurus,” ujar Alexander seperti diberitakan halodoc.com, ditulis 20 Juli 2022.

Meski begitu, temuan tersebut belum dikonfirmasi berasal dari pasien yang mana. Saat ini, pihak laboratorium tengah melakukan pemeriksaan terkait subvarian baru itu. 

Kendati demikian, Alexander juga menambahkan kalau kasus COVID-19 yang saat ini bertransmisi di Indonesia dan sedang melonjak, tidak didominasi oleh subvarian BA.2.75. 

"Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini didominasi oleh Omicron subvarian BA.4 dan BA.5," kata Alexander.

Menurut  Wakil Menkes Dante Saksono, ketiga kasus subvarian Omicron Centaurus yang masuk ke Indonesia merupakan kasus yang sederhana. 

Meski begitu, berdasarkan laporan kasus di beberapa negara lain, mutasi virus tersebut memiliki tingkat penularan yang relatif lebih cepat jika dibandingkan varian Delta. 

Baca Juga: Ketahui Cara Mengobati Luka Kena Knalpot Lengkap dengan Menghilangkan Bekasnya

"Subvarian Omicron Centaurus memiliki keparahan sakit yang relatif lebih ringan," jelas Dante.

Dirinya juga menambahkan bahwa karakter gejala Omicron BA.2.75 hampir sama dengan subvarian Omicron BA.4, BA, 5 dan BA.1, BA.2. 

Beberapa gejala yang banyak dikeluhkan pengidap Omicron BA.4 dan BA.5, yaitu sakit kepala, sesak napas, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, pusing, anosmia, mual atau muntah. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan subvarian COVID-19 ini sebagai Variant of Concern (VoC) Lineage Under Monitoring (LUM). 

Artinya, subvarian Centaurus sedang diawasi secara ketat oleh WHO. Di samping itu, subvarian BA.2.75 ini juga dikabarkan lebih menular jika dibandingkan subvarian Omicron lainnya. 

Load More