TANTRUM - Menteri kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan COVID-19 subvarian baru Omicron yaitu Centaurus sudah terdeteksi di Indonesia.
Budi melaporkan kepada Presiden RI, bahwa terdapat tiga kasus subvarian tersebut. Satu ada di Bali karena kedatangan luar negeri, dua ada di Jakarta.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional, Brigjen TNI Purn dr Alexander K Ginting Sp.P (K). FCCP, yang mengungkapkan bahwa pihak laboratorium Indonesia sudah melaporkan temuan kasus Omicron Centaurus.
“Dari Laboratorium sudah dilaporkan tiga kasus Centaurus,” ujar Alexander seperti diberitakan halodoc.com, ditulis 20 Juli 2022.
Meski begitu, temuan tersebut belum dikonfirmasi berasal dari pasien yang mana. Saat ini, pihak laboratorium tengah melakukan pemeriksaan terkait subvarian baru itu.
Kendati demikian, Alexander juga menambahkan kalau kasus COVID-19 yang saat ini bertransmisi di Indonesia dan sedang melonjak, tidak didominasi oleh subvarian BA.2.75.
"Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini didominasi oleh Omicron subvarian BA.4 dan BA.5," kata Alexander.
Menurut Wakil Menkes Dante Saksono, ketiga kasus subvarian Omicron Centaurus yang masuk ke Indonesia merupakan kasus yang sederhana.
Meski begitu, berdasarkan laporan kasus di beberapa negara lain, mutasi virus tersebut memiliki tingkat penularan yang relatif lebih cepat jika dibandingkan varian Delta.
Baca Juga: Ketahui Cara Mengobati Luka Kena Knalpot Lengkap dengan Menghilangkan Bekasnya
"Subvarian Omicron Centaurus memiliki keparahan sakit yang relatif lebih ringan," jelas Dante.
Dirinya juga menambahkan bahwa karakter gejala Omicron BA.2.75 hampir sama dengan subvarian Omicron BA.4, BA, 5 dan BA.1, BA.2.
Beberapa gejala yang banyak dikeluhkan pengidap Omicron BA.4 dan BA.5, yaitu sakit kepala, sesak napas, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, pusing, anosmia, mual atau muntah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan subvarian COVID-19 ini sebagai Variant of Concern (VoC) Lineage Under Monitoring (LUM).
Artinya, subvarian Centaurus sedang diawasi secara ketat oleh WHO. Di samping itu, subvarian BA.2.75 ini juga dikabarkan lebih menular jika dibandingkan subvarian Omicron lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Nyaman untuk Persiapan Olahraga Libur Lebaran
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
8 Fakta Kasus Ahmad Bahar dan GRIB Jaya, dari Dugaan Penyanderaan hingga Berujung Damai
-
Pria di Bulukumba Sewa PSK Pakai Uang Hasil Mencuri Sapi
-
PTBA Bangkitkan UMKM Sawahlunto di Hari Kebangkitan Nasional, Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas
-
Mengapa Berita Perubahan Iklim di Indonesia Masih Dangkal? Ini Temuan Mengejutkan AIC
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel