TANTRUM - Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Barat (KNPI Jabar) diminta mengedepankan kekompakan dan juga kemandirian.
Itu dikatakan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri Rakorda KNPI Jabar di Hotel Grand Selera, Kota Bandung, Jumat (22/7/2022).
Ridwan Kamil juga meminta seluruh anggota KNPI Jabar dari 27 kabupaten dan kota, agar organisasi kepemudaan itu tidak mudah terpecah belah.
"Saya memberi pesan dua, satu banyak permasalahan organisasi di Indonesia ini terpecah-pecah. Jawa Barat memberikan teladan, KNPI-nya solid. Di satu organisasi tidak ada (organisasi) tandingan ini tandingan itu dan lain sebagainya," ujar Ridwan Kamil ditulis Sabtu, 23 Juli 2022.
Tak hanya itu, Ridwan Kamil meminta KNPI menjadi organisasi mandiri dan pandai beradaptasi dengan disrupsi yang hadir pada saat ini.
"Pesan kedua adalah kemandirian agar KNPI melihat dunia sudah berubah oleh tiga disrupsi. Oleh disrupsi digital, disrupsi pandemi, dan disrupsi global warming," tambahnya.
Maka dari, Ridwan Kamil meminta KNPI tidak hanya mengandalkan anggaran negara semata. Kemandirian ekonomi harus direalisasikan melalui kegiatan usaha-usaha yang memberikan kesejahteraan bagi anggota.
"Jangan fokus ke hal yang mayoritas harus anggaran negara, harus mandiri ekonomi. Provinsi Jawa Barat luar biasa besar, tinggal di kepengurusan Kang Ridwansyah Yusuf (Ketua KNPI Jabar) ini, bisa tidak membuktikan KNPI bertransformasi jadi lebih mandiri," tutup Ridwan Kamil.
Baca Juga: Masih Bisa Klaim Hero Fragment, Tukar Kode Redeem ML 23 Juli 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial