TANTRUM - Telkom University berhasil menciptakan inovasi EGCMS (e-Growth Chart Monitoring System) yaitu sistem alat ukur dan pemantau tumbuh kembang anak bayi dan balita.
Inovasi karya Telkom University dari lintas bidang keilmuan yakni Teknik Elektro, Instrumentasi Biomedis serta Desain Industri berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk teknologi tepat guna (TTG) sebagai upaya akselerasi stranas (strategi nasional) terhadap pencegahan stunting dan kurang gizi berbasis posyandu di wilayah kabupaten Bandung.
Ketua tim program Husneni Mukhtar, Ph.D., selaku dosen Fakultas Teknik Elektro Telkom University, menyampaikan bahwa, sistem yang diusung oleh tim Telkom University pada Program Matching Fund (MF) skema Kedai Reka tahun 2021 ini diberi nama 'e-Growth Chart Monitoring System' atau EGCMS v.2.0 dimana sistem ini dapat memudahkan kader posyandu dalam melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan (TB dan BB) dalam sekali ukur saja, dan otomatis sistem akan memberikan hasil kategori TB/BB nya berdasarkan chart tumbuh kembang bayi dan balita.
“Implementasi EGCMS v.2.0 pada Program MF Kedaireka 2021 bekerja sama dengan mitra industri PT. Pelita Inspirasi, dimana PT ini sudah memiliki track record sebagai produsen pembuat sistem penimbangan untuk bayi dan balita. Sebanyak 36 desa di Kab Bandung telah menerima alat ini dan penyuluhan dibantu oleh dosen dari Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD bidang kesehatan komunitas atau masyarakat” ucapnya ditulis Minggu, 24 Juli 2022.
Sistem yang dibangun oleh Telkom University ini telah dikembangkan sejak tahun 2020, dimana sistem ini dibuat awalnya untuk membantu kader posyandu dalam mengetahui tumbuh kembang bayi dan balita pada saat pelaksanaan kegiatan Posyandu oleh tim inti, yaitu dirinya bersama Dien Rahmawati, M.T., dan Dr.Eng. Willy Anugrah Cahyadi.
Lebih lanjut Husneni menambahkan, sistem ini telah didaftarkan HKI Paten, dan desain industri di tahun 2020 dan 2021 lalu.
Kedepannya inovasi ini akan terus ditingkatkan performanya dengan mewujudkan EGCMS v.3.0 yang memiliki manajemen data berbasis IoT untuk mempermudah penggunaan sehingga membantu proses pengumpulan data maupun pemantauan dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan nantinya.
“Inovasi lanjutan ini akan direalisasikan melalui Program MF Kedaireka di tahun 2022 ini. Kali ini, kami berkolaborasi dengan Tim riset dari Fakultas Keperawatan dan Teknologi Pangan Unpad, sedangkan mitra industrinya adalah PT. DycodeX Teknologi Nusantara. Harapannya, inovasi ini dapat memberikan kontribusi dalam membantu program pemerintah menekan angka stunting secara efisien dan optimal.” ungkap Husneni.
Hingga saat ini berdasarkan data Riskesdas 2018, tercatat 18 provinsi di Indonesia memiliki prevalensi 30-40% angka stunting yang cukup tinggi, termasuk di Jawa Barat tercatat ada 29.9% atau 2.7 juta balita mengalami stunting.
Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian
-
Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau
-
Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI
-
Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon
-
BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu
-
Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa