TANTRUM - Penyakit tuberkulosis bronchus (TB) sulit dientaskan akibat adanya dua pandangan negatif dari lingkungan dan pasien itu sendiri.
Bila tidak diatasi, seluruh pandangan negatif itu dapat menyebabkan diri orang dengan TB terisolasi dari lingkungan sosial dan berimbas pada ketidakpatuhan untuk mengikuti pengobatan.
Mereka memilih untuk menarik diri dari berbagai aktivitas sosial dan pelayanan-pelayanan masyarakat yang berbasis support group, maupun program bantuan materi.
"Orang dengan TB yang memiliki stigma internal cenderung memiliki pikiran dan perasaan takut akan dihakimi oleh orang lain, serta rasa malu dan bersalah terhadap diri sendiri," jelas peneliti Sinergantara, Siti Fatimah, ditulis Bandung, Senin, 25 Juli 2022.
Siti mengatakan akibatnya, tak jarang pasien TB putus dalam menjalani pengobatan.
Selain stigma TB menjadi penghambat untuk mengakses, maupun menyediakan layanan, TB Stigma Assesment yang dilakukan lembaga Sinergantara, Bandung, bekerja sama dengan Konsorsium Penabulu-STPI, juga dilakukan untuk menyediakan landasan penyusunan rekomendasi kebijakan dalam mengatasi stigma TB.
Hal ini diharapkan dapat mendorong penyediaan layanan TB yang bermutu, aksesibel, dan dapat diterima oleh semua.
"Asesmen ini penting dilakukan untuk membangun pengetahuan dan mengidentifikasi bukti-bukti yang berkenaan dengan persoalan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan TB di Indonesia," jelas Siti.
Lebih lanjut, Siti menuturkan hasil asesmen dapat memberikan gambaran mengenai kontribusi persoalan-persoalan HAM terhadap munculnya stigmatisasi dan diskriminasi terhadap orang dengan TB di Indonesia.
Baca Juga: Zodiak Kesehatan Hari Ini, Senin 25 Juli 2022: Leo Harus Bisa Konsisten dengan Diet dan Olahraga
Siti berharap sejumlah kementerian, beserta dan dinas-dinas di bawahnya, serta lembaga-lembaga nonpemerintah terkait, dapat saling bekerja sama dan berkolaborasi untuk mempercepat eliminasi TB.
Beberapa rekomendasi dari penelitian ini telah kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Sosial, serta Komnas Perempuan.
"Salah satu dari rekomendasi yang diberikan adalah kepada Kementerian Kesehatan, yakni penguatan edukasi bagi kader, selain tenaga kesehatan," ungkap Siti.
Kelompoknya meminta agar semua kader yang membantu program eliminasi TB, baik itu pendamping minum obat atau PMO, kader TB, maupun kader kesehatan, mendapatkan pelatihan HAM sebagai salah satu persyaratan untuk mendampingi orang dengan TB.
Peran kader TB, sebagai salah satu ujung tombak eliminasi TB, dapat dimaksimalkan untuk membantu mengurangi stigma eksternal yang dihadapi oleh orang dengan TB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Bocoran Harga Honor X80 Beredar, HP Murah 10.000 mAh dengan Snapdragon Anyar
-
4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Prabowo Janji Sediakan Lapangan Kerja dan Jutaan Rumah Murah, Ini Rencana Lengkapnya!
-
Prabowo Ungkap Dana Umat Rp500 Triliun, Siap Bentuk Lembaga Pengelola Super?
-
Gajah Mati Kepala Dipotong di Pelalawan, Polisi Temukan Proyektil Peluru
-
Jawaban Santai Ratu Rizky Nabila Disebut Pelakor Syariah
-
Penyaluran Rumah Subsidi Melonjak, BRI Optimistis Dukung Program Perumahan Nasional
-
Jaringan 7.500 Unit Kerja Jadi Kekuatan BRI Percepat Penyaluran KPR Subsidi
-
BRI Integrasikan KPR Subsidi dan PNM Mekaar untuk Perkuat Kesejahteraan Keluarga MBR