TANTRUM - Dokter ahli penyakit dalam, menduga, kasus cacar monyet kemungkinan sudah ada di Indonesia, namun belum terdeteksi.
Hal itu dia utarakan karena cacar monyet saat ini sudah menyebar di 87 negara, sebagian besar di Eropa, sebanyak lebih 26.000 kasus. Di Asia, kasus ini terdeteksi di Singapura, Thailand dan Filipina,
Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam, mengatakan, tidaklah logis apabila kasus cacar monyet belum ditemukan di Indonesia, sementara penyakit itu sudah menyebar ke berbagai negara.
"Enggak logis kalau di Indonesia belum ada [kasus positif cacat monyet]. Jadi, mungkin sekali sudah ada, namun belum terdeteksi," kata Zubairi kepada BBC News Indonesia dicuplik dari Suara.com, Sabtu, 6 Agustus 2022.
Kementerian Kesehatan sejauh ini mengatakan belum menemukan kasus positif cacar monyet di Indonesia, kecuali satu kasus suspek di Jawa Tengah.
Sampai Kamis (04/08) malam, pasien suspek cacar monyet, yang berusia 55 tahun ini, dilaporkan bukanlah pelaku perjalanan luar negeri.
Saat ini dia ditempatkan di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah dan terus dipantau kondisinya.
"Saat ini sedang diisolasi di salah-satu rumah sakit, yang dilakukan untuk investigasi berikutnya, termasuk pemeriksaan PCR untuk menjadikan apakah ini betul pasien cacar monyet atau bukan," kata Juru bicara Kemenkes, Muhammad Syahrir di Jakarta.
Disebutkan pasien itu memiliki gejala mirip cacar monyet, yaitu demam dan ada bintil-bintil mirip cacar di tubuhnya.
Baca Juga: Ciptakan Lingkungan Sehat, Ganjar Tanam 3.500 Bibit Mangrove
Akhir bulan lalu, Kementerian Kesehatan juga melaporkan setidaknya ada sembilan suspek pasien cacar monyet, namun belakangan dinyatakan negatif.
Indonesia telah mewaspadai merebaknya kasus ini setelah Badan Kesehatan Dunia, WHO, menetapkan wabah cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah tentang penanganan wabah cacar monyet.
Mereka meminta pemerintah mempeluas dan memperketat skrining pada pintu masuk pelabuhan, bandara dan pos lintas batas darat negara.
"Dengan melakukan pengawasan terhadap pelaku perjalanan melalui pengamatan suhu, pengamatan tanda dan gejala," kata Ketua Umum IDI, Adib Khumaidi, Selasa (02/08).
Menanggapinya, Juru bicara Kemenkes, Muhammad Syahril mengklaim, pemerintah telah mempeluas dan memperketat skrining di kawasan itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Dugaan Penimbunan Biosolar di Padang Terbongkar, Empat Orang Ditangkap
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Komputer Kuantum Komersial Makin Dekat, AMD dan SQC Siapkan Teknologi Masa Depan
-
Fabiola Elizabeth Eks Istri Reza Smash Jadi Tersangka Kasus Love Scamming, Rugikan Korban Rp41 M
-
Mantan Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum Tinggalkan Al-Ettifaq
-
Kapan Harus Ganti Bantal? Ini Tanda Sudah Kedaluwarsa
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Di Tengah Riuh Karnaval di Malang, 2 Pemuda Gasak Motor Pengunjung
-
Nasib Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Ditentukan John Herdman