TANTRUM - Letusan dahsyat gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga pada 15 Januari 2022, 'menyuntikkan' jumlah air yang belum pernah terjadi sebelumnya langsung ke stratosfer, setara lebih dari 58.000 kolam renang ukuran Olimpic.
Erupsi gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai melepaskan 'air aneh' dalam jumlah cukup untuk mengisi lebih dari 58.000 kolam renang ukuran Olimpiade.
“Jujur, kami belum pernah melihat fenomena yang seperti itu,” terang Luis Millán, seorang ilmuwan atmosfer yang bekerja di Jet Propulsion Laboratory NASA.
Ketika gunung berapi meletus, air laut bersentuhan langsung dengan lahar dan menjadi sangat panas. Kondis tersebut kemudian menciptakan 'uap eksplosif'.
Dilansir New York Post dicuplik dari Telset, Sabtu, 6 Agustus 2022, ilmuwan NASA mengatakan, uap itu akan bertahan selama bertahun-tahun dan kemungkinan memengaruhi suhu rata-rata global Bumi.
Biasanya uap membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun untuk menghilang. Namun, air dari letusan 15 Januari 2022 bisa memakan waktu 5-10 tahun untuk menguap.
Hunga Tonga-Hunga Ha’apai mungkin erupsi gunung berapi pertama berdampak kepada iklim, bukan lewat pendinginan permukaan disebabkan aerosol sulfat vulkanik.
“Berdampak kepada iklim bukan lewat pendinginan permukaan disebabkan aerosol sulfat vulkanik, melainkan pemanasan permukaan,” demikian hipotesis Millán.
Millán memimpin penelitian jumlah uap air yang disuntikkan gunung berapi ke stratosfer, lapisan atmosfer sekitar 12-53 kilometer di atas permukaan Bumi.
Baca Juga: Ramai Marcella Simon Kembali Jadi Nasrani: Baju Muslimnya Boleh untuk Aku Kak, Salam Toleransi
Millán dan rekan menemukan bahwa gunung berapi Tonga mengirimkan sekitar 146 tetragram (1 tetragram sama dengan satu triliun gram) uap air ke stratosfer Bumi.
Jumlah air yang diluncurkan di stratosfer sama dengan 10 persen dari air yang sudah ada di lapisan atmosfer. Penelitian mereka dipublikasikan di Geophysical Research Letters.
Letusan itu berasal dari gunung berapi yang lebarnya lebih dari 12 mil. Sehari sebelum letusan besar, gunung berapi itu terus meletus.
Millán dan rekan melaporkan bahwa gunung berapi Tonga mengirimkan material berupa gumpalan abu, uap, dan gas selebar 3 mil yang naik ke ketinggian 35 mil ke atmosfer.
Para peneliti juga mencatat bagaimana uap air dapat melemahkan lapisan ozon yang melindungi seluruh kehidupan di Bumi dari radiasi Matahari yang bersifat merusak.
Penulis mengatakan, masih terlalu dini untuk memprediksi efek iklim yang tepat dari letusan Tonga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru