TANTRUM - Badai PHK di industri teknologi tak pandang bulu, termasuk pada perusahaan investasi raksasa sekelas Softbank Group.
SoftBank Group kabarnya akan melakukan PHK kepada karyawan di unit investasi Vision Fund. CEO Masayoshi Son mengatakan awal pekan lalu, setelah jatuhnya nilai portofolio yang menjadi rekor kerugian bersih kuartalan.
Vision Fund membukukan kerugian US$ 23,1 miliar atau sekitar Rp 344 triliun pada kuartal April-Juni, karena valuasi yang menguap dari investasi yang mereka tanam.
Untuk diketahui, SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund. Selain itu, Grab juga meraih kucuran dana besar dari Vision Fund.
"Dunia dalam kebingungan besar," kata Son pada konferensi pers pendapatan, diberitakan Reuters, dicuplik dari CNBC, Rabu, 17 Agustus 2022.
Perusahaan menutup enam bulan penuh gejolak bagi Vision Fund yang mencatat rekor kerugian kuartalan sebesar US$26,2 miliar di bulan Mei setelah SoftBank terjebak oleh kenaikan suku bunga dan ketidakstabilan politik yang memukul pasar secara global.
Son, secara agresif mengurangi aktivitas investasi di perusahaan. Vision Fund menyetujui hanya US$600 juta dalam investasi baru pada kuartal pertama, dibandingkan dengan US$20,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Miliarder itu berjanji untuk mengambil langkah lebih jauh dengan membatasi dana kedua hanya untuk mengelola portofolio investasinya saat ini, sambil merencanakan pengurangan tenaga kerja di Vision Fund dan pengurangan biaya di seluruh grup.
"Kami perlu memotong biaya tanpa [terkena] 'area suci'," kata Son.
Baca Juga: Yamaha Lampung Gelar Vaksinasi Booster, Dukung "Indonesia Sehat"
Son telah mengalami serangkaian pembalikan profil tinggi setelah taruhan besar oleh Vision Fund pertama di startup tahap akhir seperti perusahaan berbagi kantor WeWork memburuk. Kejadian ini mendorongnya untuk memperketat kontrol investasi dengan dana kedua.
Namun Son mengatakan Vision Fund 2 telah mengambil saham lebih kecil di sejumlah besar perusahaan.
"Kami berada dalam semacam gelembung dalam penilaian," kata dia.
Portofolio Vision Fund kedua dari 269 perusahaan, yang menelan biaya US$48,2 miliar untuk diakuisisi, hanya bernilai US$37,2 miliar pada akhir Juni.
"Jika kami lebih selektif dan berinvestasi lebih baik, kami tidak akan menerima pukulan berat ini," ungkapnya.
Investasi terdaftar yang turun selama kuartal tersebut termasuk perusahaan robot gudang AutoStore Holdings Ltd dan perusahaan kecerdasan buatan SenseTime Group Inc.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler