TANTRUM - Jika anak merusak barang milik orang lain, atau tidak mau diam sampai menimbulkan kekacaian di rumah orang lain, atau bahkan memukul anak lainnya, apa yang sebaiknya orang tua lakukan?
Tidak sedikit orang tua yang membela anaknya tanpa mau mengajari bahwa sikap sang anak sebenarnya bisa menjadi lebih baik. Orang tua biasanya berkilah, “namanya juga anak-anak”, jika anaknya melakukan kesalahan.
Keluhan soal orang tua yang memanjakan anak tanpa memberikan pemahaman kepada anaknya dibagikan pakar parenting, dr. Aisyah Dahlan, dalam bentuk tangkapan layar. Hal ini kemudian viral di media sosial. Berikut ini keluh kesah warganet:
“Buibuk pakbapak, tolonglah, kalau anaknya merusak barang milik orang lain, gak usah bilang "namanya juga anak-anak." Jangan remehin anak sendiri, mereka bisa kok diajari mana yang merusak dan tidak merusak. Jangan manjain...”
Aisyah Dahlan kemudian menyampaikan tanggapan dan pembahasan mengenai apa yang sebaiknya dilakukan orang tua jika anaknya berbuat tidak baik.
“Yang sempet ramai beberapa waktu lalu... Ok mari kita bahas Ayah Bunda, apakah sikap orangtua seperti contoh kasus kasus di atas itu sudah benar? Ataukah sikap orang dewasa yang berlebihan ketika menghadapi kenakalan Anak kecil? Silahkan Ayah Bunda jawab dan posisikan Ayah Bunda berada di kedua belah pihak....”
“Sebenarnya Anak anak itu bersikap nakal atau sulit di kontrol karena sebab akibat... cari tau terlebih dahulu apa penyebab kenakalan Anak kita. Apakah kita kurang memberi contoh dan arahan yang baik pada anak? Atau Anak anak berada di lingkungan yang kurang baik? Atau mungkin anak kurang perhatian dan kasih sayang, sehingga ia perlu mencari perhatian kedua Orangtuanya dengan prilaku nakal mereka?”
Aisyah Dahlan menjelaskan, pada dasarnya seorang anak bergantung didikan orangtua dan lingkungannya. Jangan sepelekan kemampuan anak. Ketika anak berbuat nakal, dia diberitahu dan beri arahan yang benar, tidak bisa instan tapi pasti bisa, selama kita mencontohkan yang benar dan memberi perhatian yang cukup.
“Anak memang harus di ajarkan berempati terhadap lingkungan dan orang orang di sekitarnya, anak juga perlu tahu sikap yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Bagaimana efek perbuatan buruknya terhadap orang lain. Justru masa kecil anak harus diajarkan dan diarahkan pada kebaikan, sehingga ketika dewasa dia sudah terbiasa dan mengerti bagaimana harus bersikap,” katanya.
Baca Juga: Bahana TCW Kembali Raih Tiga Penghargaan Dari Alpha Southeast Asia 2022
“Sikap pembiaran terhadap perilaku tidak baik anak hanya akan membuat anak merasa bahwa tidak ada yang salah dengan sikapnya dan merasa mendapat dukungan dari orangtua. Pemakluman pada anak anak hanya berada pada level di mana anak wajar melakukan kesalahan tapi bukan untuk dibiarkan tanpa adanya teguran atau pengarahan yang benar,” pungkas Aisyah Dahlan.
Pembahasan ini mendapat banyak tanggapan beragam dari warganet. “Yah dulu juga gt ada anak tetangga lari2an di rmh, tak jegal dikit, jatuh, nangis, emaknya nanya kenapa? Tak bilang "yah namanya juga anak2". Dan kmudian diem kondusif. End,” demikian kata salah seorang warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian