TANTRUM - Kasus Penyakit Kuku dan Mulut masih terjadi di dalam negeri. Tercatat, data Satgas PMK menginformasikan PMK telah menular di 291 kabupaten/kota di 24 provinsi di Indonesia. Mayoritas jenis hewan ternak yang terinfeksi berjenis sapi.
Hingga saat ini sebanyak 506.050 hewan ternak telah terjangkit PMK. Sebanyak 345.397 ekor telah dinyatakan sembuh, 1642.788 belum sembuh, 6.890 ekor mati, dan 10.975 ekor potong bersyarat.
Rincian dari hewan ternak yang sakit adalah 480.353 sapi, 19.750 kerbau, 1.821 domba, 4.083 kambing, dan 88 babi. Sementara hewan ternak yang telah dinyatakan sembuh adalah 345.397 ekor, terdiri atas 323.990 sapi, 13.469 kerbau, 1.259 domba, 2.576 kambing, dan 49 babi.
Hewan yang belum sembuh hingga saat ini berjumlah total 142.788 ekor, terdiri atas 134.861 sapi, 6.054 kerbau, 509 domba, 1.320 kambing, dan 39 babi.
Satgas melaporkan provinsi yang masuk dalam zona merah karena terdapat lebih dari 50 persen kasus PMK adalah Aceh, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan sebanyak 1.672.075 ekor hewan ternak telah menjalani vaksinasi PMK hingga Selasa (23/8), pukul 12.00 WIB, sejak PMK dilaprkan muncul di Provinsi Jawa Timur pada tanggal 5 Mei 2022.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito menargetkan, vaksinasi PMK tahap awal selesai dilakukan pertengahan September 2022. Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam dua fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Lalu fase dua, sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.
"Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 800 ribu vaksin kisaran Juni-Juli 2022. Di Indonesia jumlah kasus baru PMK melandai. Ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK," katanya.
Selain mendatangkan vaksin PMK dari lima perusahaan asing di luar negeri, kata ia, pemerintah juga menggandeng perusahaan produsen vaksin lokal agar kebutuhan vaksin cepat dan mudah terpenuhi.
Baca Juga: Hujan akan Turun di Sebagian Kecil Wilayah Jawa Barat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Profil Hwang In-beom, Pahlawan Kemenangan Korea Selatan Atas Ceko di Piala Dunia 2026
-
Polda Metro Larang Bundaran HI Jadi Lokasi Demo Mahasiswa, Minta Dialihkan ke Patung Kuda dan DPR
-
Horor, Tempat Latihan Timnas Portugal Dilaporkan Berdekatan dengan Habitat Buaya
-
5 Barang yang Dilarang Ada di Rumah Menurut Feng Shui, Diyakini Bisa Bawa Sial
-
Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
-
Massa Mahasiswa Diadang Rantis ke Bundaran HI, Sempat Terjadi Aksi Dorong
-
Insiden Jersey Pavel Sulc Robek saat Tumbang dari Korea Selatan
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Bantah Kenal Pejabat Bea Cukai, Heri Black Akui Pernah Urus Kontainer Blueray
-
Jebakan 'Sekalian Aja': Bagaimana Supermarket dan QRIS Menguras Isi Dompet Kita