TANTRUM - SD atau Solid State Drive adalah perangkat penyimpanan yang digunakan pada komputer atau laptop saat ini.
Untuk itu, SSD menjadi sensitif ketika harus dipindahtangankan, karena menampung banyak data pengguna.
Proses pengembalian SSD, misal dalam Return Merchandise Authorization (RMA), akan menjadi sangat rumit, sebab keamanan data dipertaruhkan.
Dalam hal ini, Samsung Germany memiliki kebijakan yang tidak biasa untuk menjamin keamanan data pengguna.
Diberitakan Techspot, dicuplik dari Tek, Rabu, 24 Agustus 2022, seorang pengguna dari Igor's Lab menemukan kebijakan RMA yang agak tidak konvensional saat akan mengembalikan Samsung 980 Pro SSD miliknya.
Samsung Germany meminta pengguna ini untuk menghancurkan SSD tersebut dengan bor atau palu sebelum mengembalikannya untuk RMA.
Igor's Lab merinci, seperti pada umumnya, RMA dimulai dengan memberikan informasi yang diperlukan seperti nomor seri, bukti kerusakan, dan langkah pemecahan masalah.
Pemindaian diagnostik pada Samsung Magician mengungkapkan drive rusak dengan beberapa kesalahan pada flash NAND.
Pada tahap selanjutnya, pemilik dan Samsung melakukan pembicaraan melalui telepon. Intinya, SSD tidak bisa dikembalikan seutuhnya karena satu dan lain hal - kemungkinan terdapat data sensitif di dalamnya.
Baca Juga: 'Bak Raja Kecil', Pimpinan Komisi III DPR Soroti Gaya Hidup Mewah Anggota Polisi
Untuk itu, pelanggan diminta untuk 'mengebor lubang di SSD atau menghancurkannya dengan palu', sambil mengirimkan bukti foto atau video dari tindakan tersebut.
Tujuannya adalah untuk membuat SSD secara fisik tidak bisa diakses datanya, sehingga memastikan perlindungan data yang lengkap.
Igor's Labs dengan senang hati menyetujui dan menghancurkan 980 Pro dengan gerinda. Dalam video YouTube yang diunggah saluran tersebut, menunjukkan lapisan NAND individu dihancurkan.
Semua data dihancurkan, memastikan ketenangan pikiran bagi pelanggan. Drive kemudian dikirim kembali ke Samsung, dan pemilik menunggu SSD barunya datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Harga Tomat Jadi Pemicu Inflasi Aceh Mei 2026
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco
-
OTT di Jakarta Barat, KPK Amankan Kepala Imigrasi
-
PSSI Sumut Turun Tangan Atasi Polemik Penginapan Peserta Piala AFF U-19 2026
-
Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
-
6 Kontroversi Dadan Hindayana di BGN, Usul Menu Ulat Sagu hingga Motor Listrik 1 Triliun
-
Novel Koko Holmes: Petualangan Kucing Cerdas dalam Misi Menegangkan
-
Hikayat Suara-Suara: Estetika Melayu, Kritik Sosial, dan Pencarian Makna
-
Ibu Hamil Perlu Rutin Konsumsi Vitamin dan Jaga Kondisi Tubuh untuk Cegah Bayi Bibir Sumbing
-
Nasib Dadan Sepulang Haji: Dicopot dari Kepala BGN, Dijemput Kejagung