TANTRUM - HIV/AIDS atau human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome adalah penyakit dengan sejarah panjang. Berawal dari virus yang menyerang simpanse, menginfeksi manusia, lalu siapa pun yang dalam posisi rentan bisa terkena.
Di jagat dunia, pesohor Freddie Mercury, motor band Queen, meninggal dunia karena AIDS. Sang superstrar dinyatakan AIDS pada 1987, di saat penyakit HIV/AIDS sendiri masih asing.
Baru belakangan diketahui galur HIV/AIDS sangat mirip dengan SIV, virus yang menginfeksi simpanse, pertama kali ditemukan pada 1920. Pada saat itu hingga tahun 80-an dan sekarang, dunia mengalami pandemi HIV/AIDS.
Kabar cukup baik muncul pada 1987, obat anti-retroviral (ARV) pertama kali ditemukan. Obat ini tidak menyembuhkan HIV/AIDS, tapi mampu menekan virus di dalam tubuh agar lebih jinak hingga tidak lagi bisa menularkan.
Pengobatan ARV harus dilakukan seumur hidup dan disiplin. Namun masalahnya, meski pandemi HIV/AIDS sudah berlangsung lama, namun masih saja ada stigma buruk dan diskriminasi yang membuat sulitnya pengendalian HIV/AIDS.
Adanya stigma buruk dan diskriminasi membuat sulitnya tenaga medis untuk menjangkau orang-orang yang rentan. Sedangkan seiring pandemi, semakin banyak orang yang tadinya tidak dalam posisi rentan, justru bisa terkena HIV/AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani, mengatakan penularan HIV selain seks bebas dan penyalahgunaan napza, juga bisa terjadi pada ibu ke anak, atau faktor kecelakaan seperti tenaga medis yang mengalami kecelakaan kerja.
Faktor lainnya, laki-laki yang gemar berganti pasangan juga bisa menularkan kepada istrinya, yang akhirnya sang istri menularkan kepada anaknya.
Di Indonesia, laporan pertama kasus HIV/AIDS tercatat sejak tahun 1991. Sejak itu, pendataan terus dilakukan secara kumulatif. Artinya, data sejak kasus pertama hingga hari ini disatukan. Orang yang HIV hingga masuk ke fase AIDS juga disatukan dalam data kumulatif ini.
Baca Juga: BPJPH Asesmen Pengajuan Lembaga Pemeriksa Halal UIN Raden Intan Lampung
Ira Dewi Jani menjelaskan, jika seseorang telah terdiagnosa HIV dan tercatat, serta terlaporkan dalam Sistem Informasi HIV (SIH), maka datanya akan terus ada sampai meninggal. Sehingga jumlah kasusnya termasuk kumulatif.
Dalam data itu, tampak bahwa HIV/AIDS menyerang tanpa pandang bulu. Beragam profesi dengan latar belakang, bisa terkena penyakit yang menyerang sistem pertahanan tubuh ini.
Mulai dari ibu rumah tangga yang tak tahu apa-apa, namun karena suaminya suka berganti pasangan di luar pengetahuan istrinya, maka si ibu pun menjadi posisi rentan. Mahasiswa hingga tenaga medis pun bisa terkena.
"Kasusnya itu kita kumpulkan berdasarkan laporan selama 30 tahun dari 1991-2021. Jumlah total kasusnya sampai dengan Desember 2021 mencapai 5.843. 6,97 persennya mahasiswa atau terdapat 407 kasus selama 30 tahun," paparnya.
Jika dirata-ratakan per tahun, kasus HIV/AIDS di Kota Bandung mencapai 300-400 kasus. Paling banyak faktor risikonya yakni hubungan heteroseksual.
Dari data yang dikumpulkan Dinkes Kota Bandung sepanjang 30 tahun terakhir, usia paling banyak yang terkena HIV/AIDS adalah 20-29 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
-
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung
-
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong
-
Bertabur Berlian Langka, Ini Fakta di Balik Kalung Spesial yang Dipakai Syifa Hadju saat Menikah
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Adu Gaya Maia Estianty vs Mulan Jameela di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
-
Denda Buang Sampah Rp500 Ribu di Palembang Mulai Diberlakukan Mei, Mampukah Bikin Warga Kapok?
-
Guru Ngaji di Tangerang Cabuli 4 Santriwati Saat Pengajian, Modus Bersihkan Jin