/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:02 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (Humas Jabar)

TANTRUM - Di tengah isu penanggulangan HIV/AIDS yang menghangat belakangan ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial khususnya bagi kalangan ibu-ibu. 

Guna mencegah terjadinya penyebaran HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga, Uu menyarankan agar para suami untuk berpoligami atau beristri lebih dari satu.

Uu yakin, poligami bisa menekan perilaku kaum laki-laki agar tidak 'jajan sembarangan' lagi. Meski demikian, Uu menyebutkan bahwa poligami mengandung syarat dan sejumlah catatan besar seperti harus mampu adil dan bijaksana.

“Dari pada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil kenapa tidak?” ucapnya, dikutip dari purwasuka.suara.com, Senin (29/8/2022).

“Makanya dari pada ibu kena (HIV/ AIDS) sementara ketahuan suami seperti itu mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami,” tambah Uu.

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, sosok suami harus mampu berkomunikasi dengan istrinnya kalau memang merasa punya kemampuan untuk berpoligami.

Namun, Uu Ruzhanul Ulum mengaskan pernikahan harus dengan niat ibadah, apalagi nikah punya sejumlah kaidah, seperi kaidah menjaga turunan, hingga menjaga kehormatan.

“Kalau perlu, masyarakat ingin nikah tidak ada biaya kenapa tidak, saya akan konsultasi dengan pak Gubernur untuk ada program (nikah massal) itu, kita kan pemerintah harus respon terhadap keinginan masyarakat, kalau perlu Pemprov mengadakan nikah massal bagi yang tidak punya biaya,” tuturnya.

Di sisi lain, Uu Ruzhanul Ulum mengungkap bahwa kunci sukses rumah tangga adalah rasa saling memahami antara suami istri.

Baca Juga: Kerugian Negara Akibat Kasus Korupsi Surya Darmadi Capai Rp 104,1 T, Kuasa Hukum: Sangat Tidak Masuk Akal

“Dalam rumah tangga tidak ada manajemen yang pasti, hanya suami memahami istri, lalu istri memahami suami, termasuk memahami kebutuhan suami,” pungkasnya.

Terlepas dari kontroversi pak wagub, belum diketahui secara ilmiah apakah poligami dapat mengurangi penyebaran HIV/AIDS. Sejauh ini, pencegahan HIV/AIDS yang diakui internasional dan ilmiah adalah konsep ABCD.

Konsep pertama, A (Abstinence) ditujukan bagi yang belum menikah agar tidak melakukan hubungan seks di luar nikah atau seks bebas. Langkah ini dinilai paling tepat untuk menghindari HIV.

B (Be Faithful)

Setia pada pasangan, yaitu tidak berganti-ganti pasangan agar mengurangi risiko penularan HIV.

C (Condom)

Load More