TANTRUM - Penggunaan gas air mata seringkali terjadi untuk membubarkan massa seperti pada aksi protes.
Seperti yang terjadi pada aksi protes atas berbagai unjuk rasa penolakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah terjadi di berbagai kota di Indonesia.
Apabila terkena gas air maya ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Namun, apa itu gas air mata? Bagaimana efek jangka pendek dan jangka panjang jika terkena gas air mata? Ketahui selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Menurut dr. Raja Friska Yulanda di laman Good Doctor, Kamis, 8 September 2022, Meski namanya adalah gas air mata, benda ini bukanlah gas.
Gas air mata adalah senjata berbahan bahan kimia padat atau cair yang dapat menimbulkan asap saat digunakan.
Apabila terkena dapat menimbulkan iritasi pada mata serta sistem pernapasan. Gas air mata mengandung banyak bahan kimia, di antaranya:
- Kloroasetofenon (CN)
- Chlorobenzylidene Malononitrile (CS)
- Chloropicrin (PS)
- Bromobenzyl Cyanide (CA)
- Dibenzoxazepine (CR)
- Kombinasi bahan kimia yang berbeda
Awalnya, gas air mata dikembangkan sebagai senjata kimia untuk penggunaan militer. Namun, senjata kimia ini sekarang dilarang dalam peperangan.
Baca Juga: Hampir Debut di BLACKPINK, 6 Fakta Miyeon (G)I-DLE
Meski begitu biasanya gas air mata digunakan oleh polisi atau personel militer untuk membubarkan massa seperti pada aksi protes.
Untuk menggunakan gas air mata, ada pedoman ketat yang harus diterapkan. Seperti menembakkannya dari kejauhan, hanya menggunakannya di luar ruangan, dan menggunakan campuran kimia dengan kekuatan serendah mungkin.
Menurut CDC, gas air mata secara khusus menargetkan mata, tenggorokan, mulut, kulit, dan paru-paru.
Gas air mata dirancang untuk bekerja cepat, menyebabkan iritasi dalam hitungan detik setelah terpapar. Efek langsung dari gas air mata pada mata dapat berupa:
- Mata berair, merah, dan rasa terbakar
- Penglihatan kabur
- Rasa terbakar dan iritasi di mulut dan hidung
- Kesulitan menelan
- Mual dan muntah
- Sulit bernafas
- Batuk
- Mengi
- Iritasi kulit
- Ruam
Efek gas air mata biasanya akan hilang dalam 15-20 menit. Seseorang juga mungkin merasa sensasi sesak di dada, atau merasa tersedak.
Orang dengan penyakit pernapasan berisiko mengalami gejala lebih serius setelah terpapar gas air mata.
Terutama mereka yang memiliki asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Bahkan ada risiko pernapasannya berhenti.
Di samping itu, risiko luka bakar dan cedera juga bisa terjadi akibat benturan tabung yang digunakan untuk menembakkan zat tersebut. Benturan tabung juga dapat menyebabkan kerusakan pada wajah, mata, atau kepala.
Untuk jangka panjang, efek samping paparan gas air mata dapat menyebabkan luka parah, cacat permanen, hingga kematian.
Sebuah riset melihat efek gas air mata pada tubuh selama 25 tahun. Dalam data yang dilaporkan ada dua kasus kematian akibat akibat gagal napas serta benturan tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.
Di samping itu, sebagian orang dilaporkan mengalami cacat permanen setelah terpapar gas air mata, seperti:
- Masalah pernapasan
- Efek kesehatan mental
- Kebutaan
- Kerusakan otak
- Hilangnya fungsi anggota tubuh
- Amputasi
- Kondisi kulit tertentu
Paparan gas air mata di dalam ruangan atau dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius seperti:
- Glaukoma
- Kebutaan
- Luka bakar kimiawi
- Kegagalan pernapasan
Ketika seseorang meninggalkan area paparan gas air mata dan gejalanya segera hilang risiko cedera jangka panjangnya pun rendah. Namun, hingga saat ini belum diketahui apa efek gas air mata yang menetap dalam tubuh.
Cara mengatasi paparan gas air mata
Ketika terpapar gas air mata, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menjauh dan cari daerah dengan udara segar.
Uap dari gas air mata mengendap di tanah, jadi sebaiknya cari tempat yang tinggi jika memungkinkan. Bila berada dalam gedung, cari lah jalan keluar.
Setelah berada dalam jarak aman, lakukan langkah berikut:
- Lepaskan pakaian yang terpapar. Bila kamu menggunakan kaos atau pakaian tanpa kancing maupun resleting, bukalah pakaian dengan cara mengguntingnya. Hindari melepaskan pakaian dengan cara menariknya ke arah kepala.
- Mandi. Bilas tubuh dengan sabun dan air untuk menghilangkan sisa gas air mata dari kulit. Jika penglihatan kabur, bilas mata dengan air.
- Buang pakaian. Hindari menggunakan pakaian yang telah terpapar gas air mata. Buang pakaian dengan membungkusnya ke dalam kantong plastik.
Dampak dari paparan gas air mata memang tidak bisa diremehkan. Untuk itu, selalu waspada dan segera minta pertolongan medis bila nyeri berlangsung parah setelah terpapar gas air mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BRI Debit FC Barcelona Hadir Dengan Keuntungan Eksklusif Bagi Nasabah
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VII Halaman 57: Bola-Bola Waktu
-
Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Selama Ramadhan 2026 di Kaltim
-
BRI Debit FC Barcelona, Sinergi Dua Institusi Berbasis Komunitas
-
Bojan Membeberkan Kondisi Fisik dan Mental Pemain Setelah Dikalahkan Ratchaburi FC
-
50 Kartu Ucapan Imlek 2026 Bisa Diedit, Desain Keren dan Elegan Siap Diunduh Gratis
-
Pria di Karo Cabuli Anak Tetangga, Korban Disembunyikan Dalam Lemari
-
BRI Debit FC Barcelona Resmi Meluncur, Tawarkan Benefit dan Akses Premium
-
Menulis dengan Tanggung Jawab demi Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat
-
Mengintip Tren Modest Wear Premium yang Semakin Matang di Ramadan Pret-A-Porter