Pasalnya, sebut Sandy Tumiwa, banyak masyarakat yang tak terima budaya debus diduga direndahkan oleh Pesulap Merah.
"Kita bersyukur karena semua elemen masyarakat mendukung karena tidak terima yang namanya marwah atau ikonnya Banten, diusik-usik," ungkap Sandy Tumiwa.
Sebelumnya, dokter Richard Lee juga telah dilaporkan ke Mabes Polri, Jakarta terkait masalah debus.
"Kalau mau laporin boleh-boleh saja sih," kata Richard Lee seperti dilansir TribunGorontalo.com dari video di kanal YouTube Cumicumi yang tayang, Rabu (7/9/2022).
"Saya sudah jelasin bahwa debus itu adalah salah satu budaya bukan ilmu hitam, bukan ilmu yang dipakai untuk mendapatkan suatu keuntungan," lanjutnya.
Pesulap Merah yang berada di samping Richard Lee, menimpali bahwa debus disalahgunakan untuk menjual jimat.
"(Debus) Bukan ilmu yang dipakai untuk jualan jimat," tutur Pesulap Merah menambahi pernyataan Richard Lee.
Menurut Pesulap Merah, hal yang dibongkarnya yakni bukanlah ilmu debus melainkan aksi penipuan oknum.
"Yang kita bongkarin kalau ada teknik debus yang disalahgunakan untuk penjualan jimat, itu tekniknya yang kita bongkar. Jadi bukan debusnya, tapi penipuannya yang kita bongkar," jelas Pesulap Merah.
Berita Terkait
-
Kali Ini Pesulap Merah Berurusan dengan Pawang Hujan Mbak Rara
-
Gegara Sempat Berhijab, Sandy Tumiwa Terpikat Barbie Kumalasari
-
Peringatan 17 Agustus Dimeriahkan Gerak Jalan Cosplay Gus Samsudin dan Pesulap Merah
-
Selain Cekcok vs Pesulap Merah, Gus Samsudin Kini Siap Bertarung dengan Limbad
-
Pesulap Merah Bongkar Praktik Dukun, Tanggapan Paranormal Dayak Ini 'Santuy Melehoy'
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan