TANTRUM - Data himpunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa per tahunnya, terdapat sekitar 703 ribu orang di seluruh dunia yang melakukan tindakan bunuh diri.
WHO mengungkapkan bahwa jutaan orang telah menderita dari kesedihan yang mendalam dan terpengaruh untuk melakukan perilaku bunuh diri.
Selama tiga tahun terakhir, tema yang diangkat WHO dalam Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia adalah Creating Hope Through Action.
Setiap tahunnya, tiap 10 September selalu diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day.
Menurut WHO, dengan menciptakan harapan melalui tindakan, siapapun dapat memberi sinyal pada orang-orang yang mempunyai pikiran untuk bunuh diri bahwa terdapat harapan dan kepedulian pada mereka.
Bunuh diri sendiri merupakan tindakan yang dapat dilakukan akibat berbagai penyebab. Dokter spesialis kedokteran jiwa, Gina Anindyajati mengungkapkan bahwa seks sebenarnya menjadi salah satu diantara penyebab bunuh diri lainnya.
"Hari ini merupakan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Jadi seks itu sebenarnya erat kaitannya dengan bunuh diri. Banyak masalah-masalah yang timbul berkaitan dengan seks yang berujung pada dorongan untuk mengakhiri hidup," ujar Gina dalam webinar Let's Talk Pleasure dicuplik dari Liputan6.com, Kamis 15 Septemebr 2022.
Gina menjelaskan, untuk seks yang sehat dan mental yang sejahtera dibutuhkan dua hal yakni consent.
Menurutnya, consensual sex merupakan persetujuan aktif untuk melakukan aktivitas seksual bersama.
Baca Juga: Sandy Tumiwa: Lagi Disiapkan! Pesulap Merah Bakal Dilaporkan ke Polisi soal Debus
"Maka sebelum kita melakukan hubungan seks dengan pasangan, tanyakan apakah betul kita ingin melakukan ini. Kalau ditanya, berikan juga jawabannya. Jadi ada kesempatan berekspresi," kata Gina.
Lebih lanjut Gina mengungkapkan bahwa hubungan seks membutuhkan persetujuan atau consent. Penyebabnya berkaitan dengan batasan-batasan yang memang seharusnya ditetapkan bersama pasangan.
"Kenapa pertanyaan dan jawaban (terkait persetujuan) itu perlu untuk diberikan pada pasangan, karena inilah cara pasangan untuk menetapkan batasan pribadi masing-masing," ujar Gina.
Selanjutnya hal kedua yang perlu dilakukan untuk seks yang sehat dan mental yang sejahtera adalah memahami apa motivasi Anda dan pasangan dalam melakukan hubungan seksual.
"Seks yang sehat dan mental yang sejahtera itu akan tercapai kalau tujuan dari aktivitas seksualnya itu membawa kepuasan bagi seluruh pihak yang terlibat," kata Gina.
"Bukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seksual yang sifatnya patologis. Seperti misalnya agresi, kekuasaan, maupun status," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Keluarga, Keuangan dan Kesepian Faktor Dominan Orang Indonesia Bunuh Diri
-
Apa Itu Gas Air Mata? Efek Jika Terpapar dan Cara Mengatasinya
-
Ya Tuhan! 7 Anak Panti Dijakdikan Budak Seks oleh Pendeta
-
Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome
-
Apa Itu Stockholm Syndrome? Simak Penjelasan Ilmiahnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif