Untuk mengaktifkan mode fight or flight saat kaget, otak bekerja memproduksi senyawa neurotransmitter seperti hormon adrenalin.
Jika dilepaskan dalam jumlah banyak sekaligus, hormon adrenalin bisa merusak organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.
Namun, biasanya penyebab kematian mendadak adalah kerusakan pada organ jantung.
Ketika serangan jantung terjadi, aliran darah ke jantung Anda terhenti.
Serangan jantung sebenarnya berbeda dengan henti jantung yang tidak dipengaruhi oleh terhentinya pasokan darah.
Saat aliran darah dari jantung terhenti, jantung tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan gagal memompa darah ke seluruh tubuh.
Serangan jantung membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin.
Baca Juga: Yuk Bersiap! WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata
Kondisi ini tak hanya menyerang kesehatan orang lanjut usia, orang yang sering kaget atau memiliki jantung yang lemah juga berisiko.
Sering kaget mungkin bisa menyebabkan lemah jantung pada sebagian orang. Gangguan detak jantung yang lemah bisa berkembang menjadi penyakit gagal jantung.
Gagal jantung berarti jantung Anda tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Hal ini dapat merusak organ-organ vital.
Dampak lain dari gagal jantung yaitu terjadi penumpukan cairan di paru-paru.
4. Sesak napas
Sesak napas atau dikenal secara medis sebagai dispnea juga bisa menjadi salah satu dampak buruk kaget.
Kondisi ini sering digambarkan sebagai rasa sesak di dada, kesulitan bernapas, atau perasaan mati lemas.
Ada beberapa penyebab sesak napas selain karena kaget. Olahraga yang sangat berat, suhu ekstrem, obesitas, dan berada di ketinggian juga dapat menyebabkan sesak napas.
Untuk menurunkan risiko kematian karena terkejut, Anda bisa mencoba teknik-teknik relaksasi seperti meditasi zen dan yoga.
Relaksasi bisa membantu sistem saraf Anda supaya tidak bereaksi secara berlebihan kalau kaget.
Tag
Berita Terkait
-
Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet, Ada di Los Angeles Amerika
-
Raja Inggris Baru Ingin Dikenal Sebagai Charles III
-
DBD di Kota Bandung Capai 3.936 Kasus, Ada 24.192 Kasus di Jabar Periode Januari-Juli 2022
-
Yuk Jalani Pola Hidup Sehat, Cara Mencegah Gagal Jantung
-
Waspadai Irama Jantung, Orang Normal Tidak Dapat Dengarkan Denyut
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo
-
Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan
-
Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing