TANTRUM - Sebagian wanita mungkin masih merasa ragu untuk menggunakan alat bantu seks, seperti alat getar, saat berhubungan seksual.
Padahal, ada segudang manfaat alat getar pada wanita yang sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja.
Menurut dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa dari laman Hello Sehat dicuplik Minggu, 18 September 2022, alat getar alias vibrator adalah alat bantu atau mainan seks (sex toys) yang umum digunakan. Perangkat ini dioperasikan dengan baterai dan biasanya berbentuk seperti penis.
Tidak hanya membuat aktivitas seks lebih seru dan menyenangkan, penggunaan vibrator pada wanita juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental penggunanya.
Berikut ini ialah beberapa fungsi vibrator pada wanita yang perlu Anda ketahui.
Wanita bisa bereksperimen dengan alat getar selama masturbasi. Selain membuat aktivitas seks solo ini tidak monoton, vibrator membantu Anda memahami tubuh dengan lebih baik.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, cobalah memakai vibrator pada seluruh tubuh, bukan hanya pada bagian sensitif seperti vagina dan payudara. Mungkin saja, ada bagian sensitif lain yang belum Anda ketahui sebelumnya.
Setelah tahu bagian tubuh mana yang sensitif, kemudian mintalah pasangan Anda untuk merangsang area tersebut agar hubungan seks jadi lebih menyenangkan.
Baca Juga: 4 Daerah di Jawa Barat Waspada Turun Hujan Disertai Angin Kencang
2. Mendukung hubungan sehat dengan pasangan
Alat getar pada wanita juga punya manfaat dalam membuka hubungan yang sehat dengan pasangan.
Sebuah survei pada 2.056 wanita berusia 18–60 tahun di Amerika Serikat yang diterbitkan pada Journal of Sex & Marital Therapy (2010) menyebutkan vibrator wanita menghilangkan tekanan pada pria untuk membuat pasangan mereka orgasme.
Memang, salah satu fungsi vibrator ialah untuk membantu meningkatkan peluang orgasme wanita tanpa membuat pria kewalahan melakukan penetrasi penis-vagina.
3. Menangani disfungsi seksual
Tidak bergairah, tidak merespons rangsangan seksual, nyeri saat berhubungan seks, dan sulit orgasme merupakan beberapa jenis disfungsi seksual pada wanita.
Tag
Berita Terkait
-
Embuskan Isu Pelecehan Seksual, Kamaruddin Duga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Sejumlah Lembaga
-
Tidak Tanggung-tanggung, Ada 6 Kejanggalan Putri Candrawathi Ngaku Dilecehkan Brigadir Yosua
-
Kemungkinan Tidak Dilecehkan, Psikolog Forensik Sebut Putri Candrawathi Lakukan Malingering
-
Beneran Brigadir J Lakukan Pelecehan Seksual? LPSK Ungkap Kejanggalan
-
Catatan Lain KPA Kota Bandung, Paparan HIV Terjadi ke 653 Ibu Rumah Tangga
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku
-
MBG Hadir di Luminor Jakarta Kota, Sajian Bubur Nusantara yang Dibalut Kehangatan untuk Tamu
-
Review Anime Farmagia, Pemberontakan Para Petani Melawan Tirani
-
Promo Telkomsel, Tukar Poin Bisa Dapat Ekstra Kuota
-
Declan Rice Ungkap Hal Krusial yang Dibutuhkan Arsenal Demi Bungkam PSG di Final Liga Champions
-
Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang
-
22 Istilah dalam Makeup dan Artinya, Jangan Salah Bedakan Cakey dan Creasing
-
15 Link Twibbon Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Unggah ke Media Sosial
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif