TANTRUM - Sebagian besar wanita mengidamkan paha yang ramping agar merasa lebih percaya diri dengan penampilannya.
Untuk mendapatkan hal ini sebenarnya tidak sulit, karena ada beragam pilihan olahraga yang bisa membantu mengecilkan paha.
Salah satu jenis gen yang bernama KLF14 memiliki peranan penting dalam mengatur pembagian lemak pada bagian-bagian tubuh wanita.
Menurut dr. Rizki Pradana Tamin dari laman Alodokter, dicuplik Kamis, 22 Septemebr 2022, perbedaan varian gen KLF14 dalam tubuh setiap wanita diduga turut menentukan bentuk tubuh wanita, misalnya bentuk tubuh seperti buah pir yang identik dengan ukuran paha lebih besar.
Namun, jangan khawatir. Dengan latihan fisik dan diet yang tepat, Anda bisa mengurangi lemak dan mengencangkan otot-otot tubuh, termasuk di area paha.
Dengan latihan fisik dan diet yang tepat pula, tubuh menjadi lebih sehat sehingga mampu meminimalkan risiko terkena penyakit berbahaya.
Pilihan olahraga atau latihan fisik yang dapat membantu mengecilkan paha ada beragam. Beberapa di antaranya adalah:
1. Traditional Squat
Traditional squat merupakan jenis squat yang paling dasar dan bisa dilakukan di mana saja. Traditional squat bermanfaat untuk mengecilkan paha, sekaligus mengencangkan otot paha bagian dalam.
Baca Juga: Pelaku Vandalisme di Bandung Diajak Bergabung dengan Karang Taruna
Traditional squat dapat dilakukan dengan menggunakan beban, bisa juga tidak. Berikut langkah melakukan traditional squat:
- Cobalah berdiri secara tegak dan buka kaki Anda hingga sejajar dengan bahu. Kemudian, rentangkan kedua tangan ke depan.
- Tarik napas yang dalam agar otot perut mengencang.
- Tekuk kedua kaki, turunkan badan dan dorong bokong Anda ke arah belakang secara perlahan hingga terlihat seperti hendak duduk.
- Pastikan bahwa punggung dan bahu tetap Kemudian tahan posisi ini sebentar, lalu buang napas perlahan-lahan.
- Angkat kembali tubuh Anda secara perlahan hingga kembali ke posisi awal.
Lakukan traditional squat sebanyak 3 set dengan 12–15 kali pengulangan. Jika Anda sudah terbiasa dengan latihan ini, coba tambahan beban dumbbell di tangan.
2. Wall Squat
Wall squat adalah salah satu jenis squat yang paling mudah, yang mirip dengan traditional squat sehingga cocok untuk dilakukan oleh pemula.
Latihan ini dapat membangun kekuatan isometrik dan melatih otot paha depan dan betis. Wall squat dapat dipraktekan dengan tahapan gerakan seperti berikut:
- Sandarkan punggung ke dinding.
- Rentangkan kaki sejajar dengan bahu.
- Turunkan badan seperti posisi traditional squat hingga lutut membentuk sudut 90 derajat. Tahan posisi ini selama 20–60 detik.
- Pastikan punggung tetap bersandar di dinding.
- Berdiri kembali seperti posisi semula secara perlahan.
Ulangi wall squat sebanyak 3–10 kali.
3. Plié Squat
Plié adalah gerakan dasar yang dilakukan untuk balet. Bila dikombinasikan dengan squat, gerakan ini bisa membantu mengaktifkan otot-otot paha bagian dalam.
Cara melakukan gerakan plié squat yang tepat adalah:
- Berdiri dengan posisi kaki terbuka (sedikit lebih lebar dari bahu).
- Pastikan jari-jari kaki menghadap keluar.
- Angkat dan luruskan kedua tangan ke depan.
- Jongkok perlahan-lahan hingga sudut lutut membentuk 90 derajat, dengan tetap mempertahankan posisi tangan.
- Berdiri kembali seperti posisi semula.
- Ulangi gerakan ini dan lakukan selama 1 menit.
4. Two-Thirds Jump Squat
Ini adalah latihan yang dapat mengerahkan otot hingga potensi maksimalnya dalam waktu yang singkat.
Jump squat melatih kekuatan otot paha depan, paha belakang, pinggul, dan bokong. Ikuti langkah-langkah melakukan two-thirds jump squat di bawah ini:
- Berdiri dengan posisi kaki direntangkan sejajar bahu dan letakkan lengan di samping tubuh.
- Turunkan badan seperti posisi squat.
- Saat posisi tubuh hampir jongkok, lompatlah sambil mengangkat kedua lengan ke atas.
- Ketika mendarat, posisikan tubuh seperti semula.
Lakukan two-thirds jump squat sebanyak 3 set dengan 20 kali pengulangan.
5. Lunges
Lunges juga merupakan latihan fisik yang bermanfaat untuk memperkuat tubuh bagian bawah, seperti paha, bokong, dan betis, sehingga gerakannya dapat membantu mengecilkan paha. Lunges memilliki gerakan sebagai berikut:
- Berdirilah dengan posisi kaki terbuka selebar bahu.
- Langkahkan salah satu kaki agak jauh ke depan, sambil menurunkan badan hingga lutut membentuk sudut 90 derajat. Tahan gerakan ini selama beberapa detik, lalu berdiri tegak.
- Setelah satu gerakan selesai, lakukan hal yang sama pada kaki sebelahnya.
- Guna mendapatkan manfaat dari lunges, Anda disarankan untuk melakukannya sebanyak 3 set dengan 10–12 kali pengulangan pada setiap kaki.
Selain melakukan latihan fisik di atas, Anda juga disarankan untuk melakukan latihan aerobik, supaya paha dapat terlihat lebih ramping dan kencang. Latihan aerobik yang dapat menjadi pilihan antara lain lari, jogging, atau jalan cepat.
Latihan aerobik tersebut dapat dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam seminggu, selama 20-45 menit setiap sesinya.
Bila Anda tidak memiliki waktu atau tidak sempat untuk melakukan latihan, coba lakukan aktivitas tertentu yang juga dapat mengencangkan otot paha.
Saat berada di kantor misalnya, Anda dapat naik-turun menggunakan tangga ketimbang menggunakan lift.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, Anda disarankan untuk mengimbanginya dengan pola makan sehat dengan asupan nutrisi yang seimbang.
Kemudian, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
Selain itu, bila Anda belum terbiasa dengan olahraga pengencangan otot paha, hati-hati dengan risiko cedera hamstring.
Ada ragam pilihan latihan fisik dan olahraga untuk mengecilkan paha. Namun, sebelum melakukan latihan fisik dan olahraga yang telah disebutkan di atas, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama jika Anda pernah mengalami cedera atau menderita penyakit tertentu.
Tag
Berita Terkait
-
Penampilan Juventus Mengejutkan! Ranieri Sebut Berusaha Keras Jaga Penampilan
-
Harus Sehat! 8 Jenis Latihan Olahraga untuk Lansia
-
Pemanasan Messi dkk Sebelum Piala Dunia 2022, Jadwal Argentina Vs Honduras
-
PSIM Masuk Zona Merah Klasemen Liga 2
-
Jelang Indonesia vs Curacao, 4 Pemain Absen di Latihan Pertama
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mitsubishi Siap Produksi Pikap Kopdes Merah Putih, Tapi Belum Pernah Ditawari Agrinas
-
Review Lift: Film Thriller Lokal dengan Akting yang Menarik dan Emosional
-
Terjadi Lagi, Gajah Mati Ditemukan di TNTN: Diduga Akibat Infeksi Terkena Jerat
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026