TANTRUM - Manusia telah meninggalkan lebih dari 15.000 pon setara 6.800 kg sampah di Planet Mars dalam 50 tahun terakhir ini.
Cagri Kilic, seorang anggota riset pascadoktoral dalam bidang robotika di Universitas West Virginia, AS menganalisis massa seluruh penjelajah dan pengorbit yang dikirim ke Mars dan dikurangi bobot misi yang saat ini berjalan, hasilnya 15.694 pon (7.118 kg lebih) puing-puing.
Dicuplik dari Zona Priangan, Sabtu, 25 September 2022, sampah ini termasuk perangkat keras yang dibuang, wahana antariksa yang tak aktif dan yang terjatuh di permukaannya, khususnya pengorbit Mars 2 yang dikirim Uni Soviet yang hancur saat mendarat pada 1971.
Tidak hanya manusia sudah membuat polusi di planet ini, tetapi para ilmuwan khawatir puing-puing ini bisa mencemari sampel yang dikumpulkan penjelajah Perseverance yang saat ini tengah mencari kehidupan di Mars.
Sebagian besar sampah ini tak bisa dihindarkan, bagian ini akan dibuang setelah melindungi wahana saat menembus atmosfer Mars.
Termasuk Perseverance milik NASA yang bertahan selama tujuh menit saat mendarat pada Februari 2021.
Penjelajah, yang mengumpulkan sampel di Mars untuk dibawa ke Bumi, sempat menangkap gambar-gambar sampah saat misinya.
Di antaranya memperlihatkan cahaya terang dari pantulan sebuah selimut termal, yang digunakan untuk melindungi kendaraan Mars ini dari suhu ekstrem saat mendarat.
Helikopter Ingenuity juga menangkap gambar peralatan pendarat yang digunakan selama kedatangan Perseverance pada 2021.
Baca Juga: Aman dan Nyaman! Tips Bersepeda Bagi Lansia
Perseverance juga menangkap jaring Dacron yang membantu saat pendaratan mulusnya di Mars.
Kemudian ada robot mati di Mars, yaitu penjelajah Opportunity yang pernah aktif dari 2004 hingga pertengahan 2018.
Penjelajah ini berbobot sekitar 347 pon (157 kg), sama dengan bobot kuda nil, dan kini mulai tertimbun tanah Mars.
Total ada sembilan wahana yang tidak aktif teronggok di Mars, di antaranya pendarat Mars 3, Mars 6, Viking 1, Viking 2, kendaraan Sojourner, pendarat Schiaparelli milik ESA, pendarat Phoenix, penjelajah Spirit dan Opportunity.
Menurut Kilic, kebanyakan robot itu masih utuh dan lembaga antariksa menganggapnya sebagai monumen bersejarah dari pada sampah yang dibuang.
“Bila anda menambahkan seluluh massa pesawat antariksa yang pernah dikirim ke Mars, terdapat sekitar 9.979 kilogram,” tulis Kilic dalam The Conversation.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Bolehkah Membaca Yasin saat Haid di HP? Cek Pandangan 4 Mazhab
-
Soal Perbedaan Awal Ramadan, Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Bersikap Arif dan Bijaksana
-
PSG Siap Balas Dendam Lawan Monaco di Liga Champions 2026
-
Panduan Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan, Tetap Bisa Meraih Banyak Pahala
-
Rakaat Tarawih Itu Berapa? Ini Penjelasan Lengkap Tata Cara Salat Tarawih
-
Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
-
Bolehkah Menjamak Shalat di Rumah Sebelum Bepergian? Ini Aturan yang Sah
-
Solusi Krisis, Nathan Tjoe-A-On Bisa Gantikan Thom Haye dan Shayne Pattynama di FIFA Series
-
5 Parfum Salat Pria yang Segar dan Tahan Lama untuk Tarawih
-
Imlek 2026, 44 Warga Binaan Konghucu Terima Remisi Khusus