TANTRUM - Teh kembang sepatu bisa membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Teh kembang sepatu tidak hanya menawarkan rasa asam yang khas namun juga manis yang bermanfaat untuk gula darah.
Ahli kimia dan peneliti, Dr Tim Bond dari Tea Advisory Panel menjelaskan bahwa teh kembang sepatu dapat menurunkan gula darah melalui mekanisme yang berbeda. Berbagai senyawa polifenol ditemukan dalam teh kembang sepatu.
“Asam ferulic adalah salah satu yang tampaknya mengurangi gula darah dengan mengurangi resistensi insulin dan kadar senyawa pro-inflamasi dalam darah,” kata Dr Bond.
Dilansir dari Express, Selasa (11/10/2022) polifenol lain dalam kembang sepatu dapat menghambat enzim yang memecah karbohidrat, sehingga menunda pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dan menurunkan gula darah.
Selain itu, teh herbal ini juga dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan yang berarti dapat membantu menurunkan kemungkinan terkena diabetes juga.
Terlebih lagi, rutin minum teh ini selama sekitar satu bulan juga bisa bermanfaat untuk tekanan darah tinggi.
Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi, dapat meningkatkan risiko keadaan darurat medis seperti serangan jantung dan stroke.
Kemampuan teh kembang sepatu mengendalikan hipertensi sangat membantu karena kondisi ini cenderung muncul bersamaan dengan diabetes.
“Teh kembang sepatu ditemukan untuk membantu mengurangi tekanan darah dalam penelitian manusia dalam waktu satu bulan,” jelas Dr Bond.
Baca Juga: Selamatkan 3 Orang Hampir Tenggelam, Kreator Yu-Gi-Oh! Kazuki Takahashi Wafat
“Dampaknya pada gula darah mungkin berbeda tetapi tidak pasti. Oleh karena itu diperlukan lebih banyak penelitian,” sambungnya.
Sementara penelitian tentang waktu yang dibutuhkan untuk penurunan gula darah terjadi masih kurang. Penelitian telah membuktikan bahwa minuman teh kembang sepatu dapat mengurangi resistensi insulin.
Resistensi insulin mengacu pada sel-sel tubuh yang tidak dapat mengambil glukosa dengan mudah dari darah.
Karena ini dapat menyebabkan tingginya kadar gula darah yang beredar di aliran darah, sangat penting untuk mengurangi resistensi insulin.
source: Sindonews
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama
-
Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez
-
Api Sore Hari
-
Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi
-
Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
-
Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru
-
Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV
-
Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak
-
Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah
-
Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda