“Saya memilih di situ, karena itu kampus Katolik tertua dan terlengkap perpustakaanya, “ katanya dalam Kanal Youtube Vertizone.
Ia pernah menjadi seorang imam di gereja Katolik di Paroki Jakarta Utara yang tugasnya memberikan konseling, memimpin misa dan mengajar filsafat. Ayahnya, salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel.
Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia. Hidayah Allah SWT menghampiri Steven Indra Wibowo pada tahun 2000.
Dua kalimat syahadat diikrarkan di sebuah pesantren di Serang, Banten. Ia memutuskan masuk Islam setelah sekian lama mempelajari agama Tauhid ini.
Perjalanan hidup selanjutnya tidaklah mudah. Usai memeluk Islam ia diusir dari rumah dan sempat menjadi gembel, menjadi tukang kuli panggul, kernet truck pasir, pembantu pembawa belanja di pasar, bekerja mencuci piring, Office Boy, dan sales.
Perlahan, kehidupan Koh Steven makin baik. Dia pernah menjadi kepala departemen di salah satu perusahaan riset internasional yang ada di Indonesia.
Pernah pula bekerja di sebuah perusahaan riset global yang memiliki cabang di lebih 100 negara dengan kantor 400 lebih dan menjabat sebagai salah satu Kepala Deparmen di situ.
Tak lama Tak lama, dia lalu menjadi aktivis dakwah. Bersama empat temanya, dia mendirikan Mualaf Indonesia, lalu berganti menjadi Mualaf Center Indonesia (MCI), pendiri Dompet Madani, dan Vertizone TV. Dia aktif sebagai pengurus di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).
“Saya mendirikan MCI karena banyak orang sudah mualaf takut bertanya, tidak bisa baca Al-Quran, “ kata pria yang pernah mendapatkan biasiswa S3 di King Abdullah University.
Baca Juga: Dua Kuliner Indonesia Rambah Pasar Malaysia
Awalnya MCI bergerak di dunia maya, akhirnya kini semakin rutin bertemu dalam berbagai kegiatan, seperti pengajian sampai kegiatan bersih-bersih sampah di Car Free Day (CFD).
Selain untuk membantu orang yang mau masuk memeluk agama Islam, MCI berupaya mengenalkan Islam kepada mereka yang belum pernah tahu Islam.
Sejak mendirikan MCI, ia mengaku banyak darah dan air mata tumpah, untuk menyelamatkan muala memperhatankan akidahnya.
Kegigihan dalam berdakwah menjadikan Koran Republika menjadi Tokoh Perubahan 2020. Semoga Allah menempatkannya di Surga.
source: Hidayatullah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Paksa 3 Anak Ngemis Jadi Manusia Silver, Pasutri di Pelalawan Diringkus
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Pebalap Astra Honda Racing Team Sukses Amankan Podium di ARRC Motegi Jepang
-
Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia
-
Apple Hentikan Dukungan 16 Perangkat Sekaligus, Cek Apakah Gadget Anda Terdampak
-
Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
IHSG Terbang Pagi Ini Setelah Perang AS-Usai, Pantau Saham AMMN dan DEWA