TANTRUM - Setiap orang setidaknya pernah satu kali merasa stres dalam hidupnya, entah itu karena masalah rumah tangga, keuangan di akhir bulan, atau karena terjebak di tengah macetnya jalanan.
Akan tetapi, tidak semua orang pernah mengalami stres akut. Ya, stres akut sangatlah berbeda dengan stres harian yang biasa Anda alami.
Menurut dr. Tania Savitri Stres akut umumnya terjadi mengikuti sebuah peristiwa traumatik yang Anda alami atau saksikan. Misalnya bencana alam, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kecelakaan lalu lintas, kekerasan seksual, hingga kembali dari perang.
Dilihat sekilas, pengertian stres akut sangat mirip dengan gangguan stres pasca trauma (PTSD). Lantas kalau keduanya sama-sama dipicu oleh kejadian trauma berat, apa yang membedakan stres akut dan PTSD?
Stres akut, atau yang punya nama lengkap accute stress disorder (ASD) adalah syok psikologis yang timbul sebagai respons setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan atau traumatis, yang kemudian menimbulkan reaksi emosional negatif yang kuat. Stres akut juga bisa mewujudkan diri sebagai gangguan kecemasan.
Gangguan stres pasca trauma atau PTSD adalah gangguan mental yang dipicu oleh ingatan kilas balik setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan atau traumatis.
Gejala stres akut dan PTSD adalah sama-sama menimbulkan reaksi emosional negatif. Namun PTSD dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan panik dan serangan kecemasan begitu mengingat peristiwa traumatis tersebut.
Gejala stres akut dan PTSD pada dasarnya sama, yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok gejala:
- Mengalami kembali: ingatan kilas balik, mimpi buruk, imajinasi-imajinasi mengerikan, mengingat-ingat kembali peristiwa tersebut, respons emosional kuat terhadap pengingat peristiwa traumatik.
- Penghindaran: menghindari pikiran, percakapan, perasaan, tempat, dan orang-orang yang mengingatkan kita akan kejadian tersebut; kehilangan minat; disosiasi; mati rasa emosional.
Baca Juga: Alami Panas Dalam? Simak 8 Cara Mengatasinya
- Hyperarousal: masalah tidur, mudah tersinggung, ledakan kemarahan, sulit berkonsentrasi, serangan panik, serangan kecemasan, mudah kaget, gelisah.
Yang membedakan adalah gejala PTSD pada umumnya termasuk perilaku kekerasan atau berisiko atau merusak.
PTSD juga menyebabkan timbulnya pikiran dan asumsi yang terlalu negatif tentang diri sendiri atau dunia sekitar, pesimis terhadap masa depan, menyalahkan diri sendiri atau orang lain karena menyebabkan trauma, penurunan minat untuk beraktivitas, dan merasa terisolasi. Gejala stres akut tidak mencakup hal-hal ini.
Namun, stres akut menyebabkan efek disosiasi yang lebih kuat daripada PTSD. Disosiasi didefinisikan sebagai 'lepasnya' kesadaran diri akan pikiran, memori, perasaan, hingga perbuatan yang bisa bersifat sebagian atau penuh.
Gejala disosiatif ditandai dengan amnesia sementara (sulit mengingat bagian-bagian tertentu dari peristiwa traumatik tersebut) dan penolakan (merasa tidak terkait/merasa tidak mengalami peristiwa tersebut, atau melihat peristiwa tersebut dari pandangan orang ketiga).
Pada kebanyakan kasus, diagnosis PTSD tidak selalu membutuhkan kehadiran gejala disosiasi. Gejala stres akut dan PTSD bisa tumpang tindih. Yang membedakan adalah lama durasi berlangsungnya gejala.
Gejala ASD akan segera terjadi setelah peristiwa traumatik tersebut dan terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat.
Berdasarkan buku panduan DSM-5 keluaran tahun 2013, seseorang dikatakan mengalami stres akut jika gejalanya berlangsung dari tiga hari tapi kurang dari 4 minggu setelah terpapar kejadian traumatis.
Tag
Berita Terkait
-
Alami Panas Dalam? Simak 8 Cara Mengatasinya
-
Hengkang Dari Film Produksi Ashutosh Gowariker "Karram Kurram", Ada Apa dengan Kiara Advani?
-
BLACKPINK Bakal Konser di Jakarta
-
Marah Mamuncak, Redakan dengan Doa Ini
-
Ditonton Lebih dari 2,3 Juta Orang, 60 Hari Tayang 'Mencuri Raden Saleh' Kantongi Berbagai Penghargaan
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Lebih Indah dari Dialog di Film, Sheila Dara Janji Tetap Pilih Vidi Aldiano di 10 Ribu Kehidupan
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
-
Emiten SMRA Sulap 850 Hektare di Gading Serpong Jadi Kawasan Hunian Terpadu
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
5 Tips Membagi Waktu Kunjung ke Rumah Orang Tua dan Mertua saat Lebaran
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 15 Maret 2026: Banjir Gems dan Pemain OVR 117 Gratis
-
CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS