/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:19 WIB
Ilustrasi penyakit jantung. (freepik.com/kjpargeter)

- Kebiasaan merokok

- Obesitas dan obesitas morbid

- Diabetes

- Sleep apnea

- Gagal ginjal kronis

- Tekanan darah tinggi (hipertensi)

- Kadar kolesterol tinggi

- Wolf Parkinson White syndrome

- Ketidakseimbangan kadar kalium dan magnesium dalam darah

Baca Juga: 149 Tewas dan 78 Orang Luka di Pesta Haloween Itaewon

- Penggunaan NAPZA, seperti kokain atau amfetamin

- Riwayat penyakit jantung atau henti jantung mendadak dalam keluarga

- Jarang berolahraga dan tidak aktif bergerak

Henti jantung mendadak merupakan kondisi yang terjadi secara tiba-tiba. Pada umumnya, gejala utama henti jantung mendadak adalah pingsan.

Namun, sebagian penderita henti jantung mendadak dapat mengalami gejala awal berupa:

- Pusing

- Lemas

- Nyeri dada

- Sesak napas

- Jantung berdebar

Kapan harus ke dokter

Henti jantung mendadak merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani. Jika Anda melihat seseorang yang tidak sadarkan diri dan tidak bernapas dengan normal, segera periksa denyut jantungnya dan hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat.

Sambil menunggu datangnya pertolongan medis, lakukan juga penanganan darurat berupa CPR. Gunakan juga alat automated external defibrillator (AED) bila tersedia.

Gejala henti jantung mendadak terjadi secara cepat dan tanpa disadari. Meskipun demikian, gejala-gejala awal biasanya dapat dirasakan penderita beberapa hari sebelumnya.

Oleh sebab itu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila mengalami gejala seperti di atas, terutama bila memiliki riwayat penyakit jantung.

Pada saat tiba di rumah sakit, dokter akan memeriksa denyut jantung pasien. Dokter juga akan memasang monitor untuk memeriksa irama jantung.

Selanjutnya, dokter akan melakukan penanganan sampai kondisi pasien stabil atau jantungnya kembali berdetak.

Jika kondisi pasien sudah stabil, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis penyebab atau faktor pemicu terjadinya henti jantung mendadak. Pemeriksaan tersebut dapat meliputi:

- Tes darah

Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar kalium, magnesium, atau hormon tertentu yang memengaruhi fungsi jantung.

Tes darah juga dapat dilakukan untuk mendeteksi cedera atau riwayat serangan jantung pada penderita henti jantung mendadak.

- Foto Rontgen dada

Foto Rontgen dada dilakukan untuk memeriksa ukuran dan struktur jantung serta pembuluh darah jantung. Melalui pemeriksaan ini, dokter juga dapat mendeteksi apakah pasien mengalami gagal jantung.

- Ekokardiografi

Ekokardiografi atau USG jantung bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan pada jantung.

- Kateterisasi jantung

Dalam kateterisasi jantung, dokter akan menyuntikkan zat pewarna khusus pada pembuluh darah yang menuju jantung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi sumbatan pada pembuluh darah.

Load More