TANTRUM - Prestasi Indonesia yang mendapat pengakuan aksi iklim dari Bank Dunia sebagai bukti Indonesia semakin konkret melangkah maju dalam penanganan perubahan iklim.
"Saya tentu mengapresiasi, bahagia, dan berbangga Indonesia menjadi negara Asia Pasifik pertama yang menerima pengakuan aksi iklim. Ini artinya Indonesia makin konkret dalam penanganan perubahan iklim," kata Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/11).
Dia menilai dalam prestasi tersebut terdapat pula peran masyarakat, termasuk masyarakat adat, dalam menjaga lahan dan hutan secara berkelanjutan.
Perubahan iklim merupakan ancaman global yang dampaknya akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali, katanya.
Hal itu dibuktikan dengan adanya sains dan studi kualitatif yang tidak bisa dibantah bahwa bumi semakin panas, cuaca ekstrem, permukaan air laut naik, dan potensi banjir dalam skala ekstrem.
"Semuanya akibat dari perubahan iklim. Perubahan iklim adalah ancaman katastropik atau mematikan bagi keberlanjutan dan kemakmuran semua negara dan semua penduduk dunia," jelasnya.
Muhaimin mengaku akan berkomitmen untuk terus mengampanyekan politik hijau, yaitu politik untuk pemerataan ekonomi, serta berjuang menyelamatkan lingkungan hidup, mengatasi perubahan iklim, dan memastikan keadilan antar-generasi.
Ia menyebutkan dua solusi untuk mengatasi perubahan iklim, yaitu perubahan kebijakan dan perilaku yang harus dilaksanakan berbarengan.
"Perubahan di sisi negara tidak cukup tanpa diimbangi perubahan perilaku masyarakat. Jadi, perubahannya itu dari sisi supply dan sisi demand," katanya.
Baca Juga: Setelah e:NS1 Concept, Honda Kenalkan Seri 2
Muhaimin meyakini dengan cara-cara tersebut, pada tahun 2030, Indonesia akan menambah sumber energi bersumber dari matahari, angin, dan sumber-sumber energi terbarukan lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara
-
Staycation di Hilton Padalarang Bandung, Hotel Baru dengan View Pegunungan
-
Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut
-
Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan
-
Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta