/
Senin, 14 November 2022 | 13:57 WIB
rumah Kalideres Jakarta Barat ([Suara.com - Faqih Fathurrahman])

Fakta bahwa kematian empat orang sekeluarga di Kalideres karena kelaparan juga membuat heran Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko saat menyambangi lokasi kejadian.

Di mana lokasi perumahan yang ditempati empat orang ternyata adalah perumahan elite.

Menurutnya, dugaan kelaparan jauh kemungkinan dari penyebab kematian satu keluarga itu mengingat kediaman yang terletak di perumahan elit Kalideres.

"Tapi bukan berarti yang bersangkutan tidak memiliki pangan. Karena tetangganya jualan dan rumahnya juga kita lihat seperti ini ya," katanya kepada awak media di lokasi, Jakarta, Sabtu (12/11/2022).

Yani menuturkan dugaan tersebut muncul di publik usai pihak Dokter Forensik Polri mendapatkan adanya lambung yang sudah tak memiliki zat makan saat otopsi berlangsung.

Diduga Ada Yang Coba Menutup-nutupi

Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko bahkan menduga salah satu anggota keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat, ada yang mencoba menutup-nutupi kematian korban lainnya dengan menaburi kapur barus.

Yani menyebutkan keempat korban tersebut tidak meninggal dunia pada saat yang bersamaan.

"Bapaknya meninggal disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus. Kemudian, berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu," kata Yani saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (12/11).

Baca Juga: Diisukan Hubungannya dengan Jokowi Retak, Surya Paloh: Kami Tetap Sahabat dalam Suka dan Duka

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan kapur barus berfungsi untuk menyerap bau.

"Kapur barus kan ada ditemukan di TKP, dokter forensik mengatakan bahwa kapur barus bisa menyerap bau," kata Syafri.

Keanehan Di Bulan September

Fakta baru juga terungkap jauh hari sebelum keempat orang itu ditemukan tewas. Ternyata, korban tewas di rumah Kalideres itu sempat melarang Juru Pemantau Jentik atau Jumantik masuk ke dalam rumah pada September lalu.

"Pada September petugas Jumantik ingin cek keadaan rumah, petugas Jumantik tidak boleh masuk," kata Kapolsek Kalideres AKP Syarfri Wasdar kepada wartawan, Sabtu kemarin.

Hal itu juga dikuatkan oleh keterangan Ketua RT di lokasi yakni RT 015/RW 7 Kalideres, Asiung. Kata dia, pada September lalu, keluarga korban melarang petugas Jumantik masuk ke dalam rumah.

Load More