/
Senin, 14 November 2022 | 12:43 WIB
Surya Paloh pada ulang tahun NasDem ((Suara - Novian))

TANTRUM - Di saat partai lain banjir pujian dan ucapan dari Jokowi, perayaan HUT ke-11 NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta justru ambyar. Jangankan dihadiri sang presiden, bahkan Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengungkapkan Jokowi belum memberikan ucapan selamat kepada NasDem.

Presiden Jokowi memang tengah melawat ke Kamboja di saat HUT Partai ANasDem. Namun awalnya disebut, Jokowi akan memberikan sambutan dan arahan lewat rekaman video. 

Tetapi faktanya, saat acara puncak HUT NasDem 11 November lalu, Surya Paloh mengakui jika Jokowi belum memberikan ucapan.

Kegelisahan pun terlihat saat Surya Paloh berpidato di depan ribuan kader NasDem di hari ketiga perayaan HUT NasDem, Sabtu (12/11/2022).

Dengan mengangkat tema "It's Time, Restorasi Indonesia", ribuan kader yang hadir kompak mengenakan kemeja putih dibalut jas NasDem yang berwarna biru dongker.

Bakal calon presiden NasDem, Anies Baswedan juga tampat turut hadir pada acara ini. Anies mengenakan jas berwarna hitam itu duduk di samping Surya Paloh.

Dalam pidatonya, Surya Paloh menyelipkan kalimat yang mengindikasikan keresahan hatinya akhir-akhir ini. Terutama posisi partainya di koalisi pemerintahan. Sampai pada akhirnya, Paloh pasrah bila Jokowi harus melepaskan NasDem dari gerbong koalisi Istana.

"Sekarang terserah, bola ini ada di tangan Presiden Jokowi," kata Paloh, menyikapi sikap partainya yang mengusung Anies di Pilpres 2024 mendatang.

Padahal, dirinya khawatir kalau harus berpisah dengan Jokowi. Karena Paloh menganggap Jokowi sudah menjadi bagian dari NasDem lantaran didukung dari periode pertama.

Baca Juga: Cerita Dedi Mulyadi Bersama PSK

"NasDem ingin tekankan, kami tetap jadi sahabat Jokowi dalam suka dan duka. Ini klarifikasi jelas dalam HUT kita yang ke-11," katanya.

NasDem akan terus mendukung Jokowi sebelum ada kata perpisahan. Menurutnya, berbeda halnya jika Jokowi yang mengatakan sampai jumpa NasDem. 

”Itu bukan harapan kita. Dan itu adalah kemenangan bagi mereka yang tak ingin adanya stabilitas nasional," ujar Paloh.

Dia menyesalkan, adanya pihak-pihak yang dengan sengaja berusaha memisahkan NasDem dengan Jokowi.

"Menurut saya, ada upaya yang dilakukan secara sistemik dan sengaja untuk merusak hubungan yang sudah terjaga sedemikian rupa," beber Paloh.

Saking cintanya dengan Jokowi, di akhir pidato, Paloh meminta kadernya mendoakan mantan Wali Kota Solo itu, agar bisa melaksanakan tugasnya hingga akhir masa jabatan dan masih mau bersahabat dengan NasDem.

Load More