TANTRUM - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengharapkan pemerintah menasionalisasi aset-aset strategis negara demi keberlangsungan hidup generasi bangsa pada masa mendatang.
"Kita harus semakin tegas dalam menuntut nasionalisasi aset ini. Kita harus ingat bahwa sumber daya alam kita adalah warisan yang harus dijaga dan dikelola oleh bangsa kita sendiri demi keberlangsungan hidup generasi mendatang," kata Koordinator Bidang Ekonomi DPP KNPI Rasminto.
Rasminto mencontohkan salah satu aset strategis negara yang perlu segera dinasionalisasi oleh pemerintah adalah ladang gas alam cair (liquified natural gas/LNG) Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Presiden Joko Widodo sejauh ini memiliki mental kuat dalam melawan intervensi asing terhadap aset strategis negara, seperti Freeport dan Blok Mahakam.
Dengan demikian, ujar dia, semestinya nasionalisasi LNG Tangguh juga bisa dilakukan dengan mudah, terutama karena cadangan gas alam di LNG tersebut masih berlimpah.
Rasminto berpandangan perpanjangan kontrak perusahaan migas asal Inggris, British Petroleum, dalam pengoperasian LNG Tangguh di Teluk Bintuni hingga tahun 2055 itu merupakan langkah yang disayangkan.
Rasminto lantas menyampaikan hasil kajian KNPI terkait dugaan pelanggaran kontrak kerja sama (KKS) oleh British Petroleum dalam mengelola LNG Tangguh, di antaranya BP diduga tidak mengutamakan tenaga kerja Indonesia sebagai sumber daya manusia yang menangani LNG Tangguh.
KNPI menemukan manajemen tingkat menengah hingga atas banyak diisi oleh tenaga kerja asing.
Rasminto berpendapat nasionalisasi sepatutnya dilakukan terhadap LNG Tangguh di Teluk Bintuni itu.
Baca Juga: Mau Jadi Perwakilan Indonesia di Luar Negeri? Simak Lowongan Kerja Kemenlu Berikut Ini
Dia meyakini pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) dapat mengelola salah satu ladang gas terbesar di Tanah Air itu jika melakukan nasionalisasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Beda Gaya Al Ghazali vs Dul Jaelani Ucap Selamat Nikah ke El Rumi, Ada yang Bongkar Momen PDKT
-
Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL
-
Bukan Snapdragon, Ini Alasan Mulia MU Ganti Sponsor Lawan Brentford
-
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
-
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies
-
Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda
-
Kulit Perih dan Merah Akibat Sunburn? Ini 4 Rekomendasi Toner Penyejuk yang Wajib Dicoba
-
Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi