SuaraTasikmalaya.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membongkar bagaimana Ferdy Sambo mengaku jika pembunuhan Brigadir J merupakan perintahnya.
Semua berawal dari langkah Kapolri yang seolah percaya pada sumpah Ferdy Sambo, jika Brigadir J layak mati lantaran telah mencoreng harkat dan martabat dirinya.
Namun, setelah Kapolri melakukan beberapa cara akhirnya sumpah Ferdy Sambo yang mengantarkan dirinya pada ancaman hukuman mati.
Listyo mengungkap semua, yang berawal saat Ferdy Sambo menghadap dirinya sesaat setelah pembunuhan sadis Brigadir J.
Ketika itu Ferdy Sambo mencoba meyakinkan dirinya jika Brigadir J tewas akibat baku tembang dengan Bharada E.
Tewasnya Brigadir J akibat peristiwa tembak-menembak, disusul dengan sumpah yang diucapkan Ferdy Sambo di hadapan Kapolri.
Akan tetapi, dari sumpah itulah semua bisa terbongkar. Kapolri menaruh curiga pada sumpah Ferdy Sambo.
Kapolri bertanya kepada Ferdy Sambo apakah terlibat dalam tewasnya Brigadir J.
Ferdy Sambo berani bersumpah, jika dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan ajudannya itu.
Baca Juga: Tes IQ: Hanya Ada Waktu 25 Detik untuk Mengungkap Misteri Ini, Bisakah Anda Melakukannya?
"Dia (Ferdy Sambo) bersumpah. Sampai beberapa kali saya tanyakan," ucap Kapolri.
Bukannya percaya sesuai harapan Ferdy Sambo, pertemuan itu justru berakhir dengan keputusan Kapolri yang akan mengusut tuntas kejadian itu, berdasar fakta yang sebenarnya.
Kapolri pun menantang Ferdy Sambo untuk membuktikan ceritanya harus sesuai fakta.
“Saya tanyakan. Karena saya akan proses (tewasnya Brigadir J) ini sesuai fakta," kata Kapolri.
"Jadi, kalau kira-kira peristiwa tidak seperti itu ceritakan. Tapi kalau seperti, itu nanti kita buktikan sesuai fakta,” tuturnya.
Setelah itu, Kapolri kembali didatangi Ferdy Sambo untuk kedua kalinya. Kembali, Kapolri menanyakan keterlibatan Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir J.
Berita Terkait
-
Brigjen Andi Rian Djajadi Vs Irjen Ferdy Sambo: Alumni SMAN 1 Makassar, Senior-Junior, Bawahan-Atasan
-
Sambo di Multiverse Lain, Belah dan Potong Durian di Pinggir Jalan, Warganet: Lebih Berkah
-
Dua Kali Dipanggil Kapolri Listyo Sigit Prabowo Agar Ungkap Fakta, Bharada E Minta Tidak Dipecat Sebagai Anggota Polri
-
Kapolri Tegaskan Ada Sanksi Buat Polisi yang Suka Hedon dan Pamer Kemewahan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Film Agak Laen: Menyala Pantiku Akhirnya Masuk Netflix, Catat Tanggal Penayangannya
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Sheila on 7 Ngerap Lagi! Intip 3 Fakta Menarik dari Lagu Terbaru Sederhana
-
Bus ALS di Muratara Diduga Hindari Lubang Sebelum Tabrakan dengan Truk Tangki