/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 16:50 WIB
Polisi menembakan gas air mata ke arah tribun penonton. Polisi yang melihat gelombang suporter mengamuk langsung menembakkan gas air mata secara membabi buta. (Antara)

Untuk mengungkap hal itu AQ meminta FIFA turun tangan dan membuat investigasi.

"Libatkan penegak hukum dan FIFA utk membuat Investigasi atau langkah yg diperlukan," kata dia.

Kejadian mematikan itu kata dia jangan dilokalisir di Malang dan menyalahkan pengurus pertandingan.

"Jangan melokalisir kesalahan “di Malang”. Bhw yang salah seolah yang mengurus pertandingan di Malang,” katanya.

Ini Keputusan Federasi Nasional, dibawah kendali Federasi (PSSI), tragedy Dunia Sepakbola. Salam Respect Sepakbola," tutup AQ.

Load More