Hendra Kurniawan ketika itu menghubungi AKBP Arif Cahya. Tersangka yang saat itu berpangkat Brigjen ini meminta bawahannya itu untuk memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Ketika itu, Hendra Kurniawan menghubungi Arif melalui ponsel milik Agus Nur Patria yang berpangkat kombes.
Perintah Hendra Kurniawan langsung dijalankan Arif. Saat itu Arif bertanya pada Agus terkait anggota mana yang akan diperintahkan untuk menemuinya memeriksa rekaman CCTV yang terkait dengan perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
Dari sana diketahui jika rekaman kamera CCTV sudah diambil oleh Irfan untuk diamankan oleh Arif atas perintah Ferdy Sambo.
Setelah itu Arif bukti tersebut kepada Kasubag Audit Baggak Etika Rawaprof, Kompol Chuck Putranto dalam plastik hitam.
Kemudian rekaman CCTV tersebut diserahkan oleh Chuck Putranto dan Arif Rahman ke Polres Jakarta Selatan pada keesokan harinya.
Di luar dugaan, rekaman CCTV yang diterima AKP Rifaizal Samual tersebut tidak dibuatkan berita acara sebagaimana mestinya.
Senin 11 Juli 2022, dipanggil Ferdy Sambo
Kemudian pada senin 11 Juli 2022, sekitar pukul 10.00, Ferdy Sambo memanggil Chuck ke ruangannya.
Baca Juga: BNI Dukung Ekonomi Hijau & Orientasi Ekspor Melalui Jejak Kopi Khatulistiwa
Saat itu Ferdy Sambo menanyakan tentang keberadaan barang bukti rekaman CCTV di area rumah dinas kadiv Propam Polri.
Ketika itu, Chuck tidak berani menjawab langsung jika barang bukti rekaman CCTV sudah diserahkan ke Polres Jakarta Selatan.
Chuck mengaku saat itu dalam posisi ketakutan akan dimarahi oleh Ferdy Sambo.
Untuk menjawab pertanyaan Ferdy Sambo, Chuck hanya meyakinkan atasannya jika bukti rekaman CCTV masih aman di tangannya.
Kemudian di hari yang sama pukul 22.00 WIB, Chuck bertemu Kasubag, Riksa Baggak Erika, Rowabprov Divisi Propam Polri Kompol Baiquni Wibowo di rumah dinas Ferdy Sambo.
Mereka melihat jika anggota Polri lainnya sedang menggelar olah TKP ulang.
Di sana Chuck meminta Baiquni menyalin bukti rekaman CCTV yang disimpan di dalam mobilnya.
Kemudian Baiquni menyimpan hasil salinan rekaman CCTV dalam sebuah flashdisk.
Baiquni ketika itu tidak memberikan, tapi hanya memperlihatkan flashdisk tersebut kepada AKBP Arif Rahman yang juga berada di lokasi saat itu.
Selasa 12 Juli 2022, nontok detik-detik Brigadir J dihabisi
Pada Selasa, 12 Juli 2022, sekitar pukul 02.00, Chuck, Baiquni, dan Arif Rahman bersama-sama menonton rekaman kamera CCTV.
Di sana kabarnya disebut-sebut jika Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan juga menonton rekaman CCTV itu.
Dari tayangan yang mereka lihat bersama, Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya di kompleks duren 3 Jakarta Selatan.
Kemudian setelah menonton rekaman CCTV, Arif langsung melapor kepada Hendra Kurniawan.
Dari sana, Hendra Kurniawan langsung memberitahukannya pada Ferdy Sambo.
Rabu 13 Juli 2022
Kemudian pada Rabu 13 Juli, Ferdy Sambo memanggil Arif ke ruangannya.
Di sana, Ferdy Sambo bertanya Arif, siapa saja yang sudah melihat rekaman CCTV itu.
Mendapat pertanyaan dari Ferdy Sambo, Arif menjawab beberapa nama, di antaranya dia, Ridwan, Chuvk dan Baiquni yang melihatnya.
Dari sana Ferdy Sambo langsung memberi perintah pada Arif untuk memusnahkan semua barang bukti penting tersebut.
Begini kata Ferdy Sambo
Kemudian dalam persidangan etik, Ferdy Sambo mengakui dan membenarkan dirinya memerintahkan Arif untuk memusnahkan rekaman CCTV itu.
Akan tetapi Ferdy Sambo membantah jika anak buahnya Hendra Kurniawan, tahu tentang rekaman CCTV tersebut.
Ditemukan 9 Agustus
Kemudian setelah semua terbongkar, para pemegang kendali dalam kasus tersebut menyatakan jika kamera CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo rusak.
Penyidik akhirnya menemukan rekaman DVR CCTV setelah penyidik menggeledah rumah Kompol Baiquni Wibowo pada 9 Agustus lalu.
Seperti diketahui jika Chuck dan Baiquni merupakan anggota tim intelijen 2 satuan tugas khusus Merah Putih yang dipimpin oleh Ferdy Sambo.(*)
Berita Terkait
-
13 Juli Muncul Perintah Mengerikan Ferdy Sambo pada Seluruh Anggota Polri yang Sudah Lihat Video CCTV di Duren Tiga
-
Tak Sadar akan Dibantai, Ternyata Ini Isi Chat WhatsApp Brigadir J kepada Putri Candrawathi yang Bikin Merinding
-
Akui Bersalah Ferdy Sambo Akhirnya Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Ternyata Karena Alasan Ini
-
Siap-siap Ferdy Sambo dkk Diadili, Barang Bukti Kasus Pembunuhan Brigadir J Telah Dilimpahkan ke Kejari Hari Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak