SuaraBandung.id - Jelang persingan terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terjhadap Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J), terungkap jika Fedy Sambo ingin menyelamatkan Bharada E.
Kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J sangat menyita publik hingga tiga bulan lamanya.
Ada lima orang yang ditetapkan Mabes Polri sebagai tersangka yang diduga terlibat langsung dengan pembunuhan Brigadir J.
Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Bripka RR, dan Bharada E.
Dari lima tersangka itu, selama ini hanya Bharada E yang menyatakan 'perang' pada sang dalang, Ferdy Sambo.
Bahkan saat rekonstruksi kasus pembunuhan di Saguling III dan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Bharada E menolak bertemu Ferdy Sambo.
Selain itu, dalam rentan waktu sekitar tiga bulan ini, tak ada tanda-tanda Ferdy Sambo dan Bharada E 'berdamai'.
Akan tetapi saat ini, jelang persidangan, tiba-tiba ada ungkapan soal Ferdy Sambo yang sebenarnya ingin menyalamatkan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Sebagai informasi, jika lima tersangka yang terlibat langsung pembunuhan Brigadir J telah masuk tahap persiapan untuk disidangkan.
Akan tetapi, jelang persidangan kelima tersangka ini, muncul pengakuan cukup mengejutkan.
Keterangan tersebut adalah soal alasan skenario tembak menembak yang dibuat Ferdy Sambo.
Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo yang diduga menjadi dalang pembunuhan Brigadir J melalui pengacaranya menjelaskan alasan membuat skenario baku tembak di Duren Tiga.
Tim pengacara Ferdy Sambo, mengatakan terkait alasan mengapa skenario baku tembak dibuat.
Pihak pengacara Ferdy Sambo, Febri Diansyah menjelaskan, skenario baku tembak di Duren Tiga sengaja dibuat untuk menyelamatkan Bharada Richard Eliezer (RE) atau Bharada E.
Febri Diansyah menjelaskan, ada tiga fase dalam kasus yang menewaskan Brigadir J.
Fase pertama adalah soal rangkaian peristiwa yang terjadi. Kemudian pada fase kedua adalah dibuatnya skenario baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J.
Berita Terkait
-
Jelang Sidang, Pengacara Ferdy Sambo Minta Jaksa Lengkapi Berkas Perkara yang Kurang
-
Usai Teriaki Ferdy Sambo, Ini Alasan Ahmad Dhani Meminta Dibuatkan Monumen
-
Ini Video Detik-Detik Bharada E 'Kirim Kode' Jari dalam Kasus Ferdy Sambo, Diduga Sandi yang Diketahui Orang Tertentu
-
Pengacara Bongkar Misteri Buku Catatan Hitam Ferdy Sambo
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula