/
Rabu, 02 November 2022 | 14:19 WIB
ART Ferdy Sambo Susi memberikan kesaksian yang berubah-ubah (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom)

Mendengar jawaban Susi, Hakim pun menanyakan apakah Kuat Ma'ruf mengetahui saat Putri Candrawati Jatuh.

"Tahu dari mana kok tiba-tiba dia langsung memerintahkan Saudara untuk naik ke atas dan saudara melihat saudara Putri jatuh?" tanya Hakim sekali lagi.

"Saya tidak tahu, tapi saya disuruh Om Kuat untuk 'Bi, Bi Susi, itu cek Ibu ke atas!'," jawab Susi.

Mendapat suruhan dari Kuat Ma'ruf, Susi langsung bergegas ke lantai atas dan mendapati Putri Candrawati sudah tergeletak dengan kaki dan badan dingin.

Melihat kondisi Putri Candrawati yang cukup parah, lalu Susi berteriak minta tolong untuk meminta bantuan memapah majikannya.

Ternyata Putri Candrawati sudah mulai sadar dan mengatakan pada Susi agar tidak meminta bantuan pada Brigadir J.

Mendengar itu, Susi berteriak memanggil Kuat Ma'ruf untuk naik ke atas dan membantunya memapah Putri Candrawati.

Saat Kuat Ma'ruf sudah diatas, lalu Brigadir J menyusul juga, namun dia dihalangi.

"Om Kuat sambil ngomong, 'Om (Yosua), diapain Ibu?'," kata Susi menjelaskan Kuat Ma'ruf menghalau Brigadir J.

Baca Juga: Ternyata Emaknya Robin Hood! Inilah Ibu-Ibu yang Bikin Dewi Perssik Murka

"Om Yosua ngomong, 'Saya nggak ngapa-ngapain Ibu. Saya mau ngomong yang sebenarnya bukan begini kejadiannya'. Kalau pendengaran saya begitu," jelas Susi.

Menanggapi pernyataan itu, Hakim menilai bahwa jawaban yang diberikan Susi terlalu melompat-lompat jauh dan tidak runtut, sehingga dianggap settingan.(*)


Artikel ini sudah tayang sebelumnya di bandungbarat.suara.com dengan judul: Sering Berubah-ubah, Hakim Curiga Kesaksian PRT Ferdy Sambo Settingan

Load More