Mendengar jawaban Susi, Hakim pun menanyakan apakah Kuat Ma'ruf mengetahui saat Putri Candrawati Jatuh.
"Tahu dari mana kok tiba-tiba dia langsung memerintahkan Saudara untuk naik ke atas dan saudara melihat saudara Putri jatuh?" tanya Hakim sekali lagi.
"Saya tidak tahu, tapi saya disuruh Om Kuat untuk 'Bi, Bi Susi, itu cek Ibu ke atas!'," jawab Susi.
Mendapat suruhan dari Kuat Ma'ruf, Susi langsung bergegas ke lantai atas dan mendapati Putri Candrawati sudah tergeletak dengan kaki dan badan dingin.
Melihat kondisi Putri Candrawati yang cukup parah, lalu Susi berteriak minta tolong untuk meminta bantuan memapah majikannya.
Ternyata Putri Candrawati sudah mulai sadar dan mengatakan pada Susi agar tidak meminta bantuan pada Brigadir J.
Mendengar itu, Susi berteriak memanggil Kuat Ma'ruf untuk naik ke atas dan membantunya memapah Putri Candrawati.
Saat Kuat Ma'ruf sudah diatas, lalu Brigadir J menyusul juga, namun dia dihalangi.
"Om Kuat sambil ngomong, 'Om (Yosua), diapain Ibu?'," kata Susi menjelaskan Kuat Ma'ruf menghalau Brigadir J.
Baca Juga: Ternyata Emaknya Robin Hood! Inilah Ibu-Ibu yang Bikin Dewi Perssik Murka
"Om Yosua ngomong, 'Saya nggak ngapa-ngapain Ibu. Saya mau ngomong yang sebenarnya bukan begini kejadiannya'. Kalau pendengaran saya begitu," jelas Susi.
Menanggapi pernyataan itu, Hakim menilai bahwa jawaban yang diberikan Susi terlalu melompat-lompat jauh dan tidak runtut, sehingga dianggap settingan.(*)
Artikel ini sudah tayang sebelumnya di bandungbarat.suara.com dengan judul: Sering Berubah-ubah, Hakim Curiga Kesaksian PRT Ferdy Sambo Settingan
Berita Terkait
-
Diduga Ada Kejanggalan, JPU Tuding Susi PRT Ferdy Sambo Gunakan Alat ini Ketika Bersaksi di Persidangan
-
Nasib Najwa Shihab Usai Kritik Polisi Hedon, Disebut Ditinggal Investor sampai Susi Pudjiastuti Turun Gunung Pasang Badan
-
Brigadir J Masuk Kamar, Istri Ferdy Sambo Mengaku Tendang Pintu Kaca, Tak Ada Siapa-Siapa, Susi malah Dengar Desahan
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Isran Noor Sebut Lexus Masih Ada, Sentil Alasan Pengadaan Mobil Dinas Baru
-
Potret Tel Aviv Luluh Lantak Dihujani Rudal Iran, Eks Tentara Israel: Netanyahu Penjahat!
-
7 Peci Tapis dan Sarung yang Banyak Dicari di Toko Perlengkapan Muslim Jelang Lebaran
-
6 Fakta Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari PDIP Disorot soal Meja Biliar Ratusan Juta
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
SADORA, Dongeng Interaktif dan Seminar Parenting Temani Anak Menyambut Ramadan
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
5 Cara Sederhana Agar Tidak Melewatkan Malam Lailatul Qadar, Jangan Sampai Menyesal Setelah Ramadan
-
Gubernur Rudy Mas'ud Minta Maaf Usai Polemik Mobil Dinas Miliaran
-
7 Fakta Panas di Balik Gembok Rumah Aspirasi Bupati Lebak: Intrik Keluarga atau Politik?