/
Kamis, 03 November 2022 | 18:21 WIB
Begini kondisi 2 WNI yang menjadi korban tragedi Itaewon ,Korea Selatan. (Anthony WALLACE / AFP)

Suara Tasikmalaya.id - Dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka dalam tragedi Itaewon, Seoul, Korea Selatan.

Sebuah peristiwa yang awalnya perayaan Halloween, berakhir menjadi sebuah bencana yang menelan banyak korban jiwa.

Baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan kondisi terkini dua WNI yang menjadi korban tragedi tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha mengatakan bahwa kedua korban kini telah pulang dari rumah sakit.

"Dua orang tersebut telah dalam keadaan baik dan telah keluar dari rumah sakit," terang Judha, dalam jumpa pers secara virtual, Kamis, 3 November 2022.

Sementara itu, mengenai tragedi ini, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

"Terkait dengan tragedi di Distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan, yang terjadi pada tanggal 29 Oktober yang lalu, KBRI Seoul telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat," katanya.

Lebih lanjut, Judha menerangkan bahwa kedua WNI yang menjadi korban hanya mengalami luka-luka.

"Sebagaimana kami sampaikan bahwa dari total jumlah korban yang ada, baik yang meninggal maupun luka-luka ada dua WNI kita yang mengalami jadi korban, dalam hal ini adalah korban luka-luka," tambahnya.

Baca Juga: Tak hanya Andalkan Ronaldo, Timnas Portugal Berpeluang Besar Juara Piala Dunia 2022 Qatar dengan Skuad Terbaik

Kemudian terkait jumlah korban, Judha menyebut sudah tidak ada informasi tambahan terkait WNI yang terdampak.

"Tidak ada informasi tambahan terkait dengan WNI yang terdampak dari kejadian tersebut," jelas Judha.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tragedi terjadi dalam acara perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada 29 Oktober lalu.

Tragedi itu mengakibatkan 153 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya luka-luka.

Penyebab dari tragedi tersebut diduga karena membludaknya kerumunan pengunjung terutama di tempat gang sempit.

Alhasil, banyak pengunjung mengalami cardiac arrest atau henti jantung.

Load More