SuaraTasikmalaya.id - Ibunda Angbeen Rishi, Yulia Irawati mengaku menjadi korban mafia tanah.
Tak main-main, Yulia Irawati mengalami kerugian mencapai Rp160 miliar.
Yulia Irawati menduga kerugian yang dialaminya itu adalah ulah mantan suaminya.
Sementara itu, meski tengah mengalami musibah, Yulia Irawati diduga tidak mendapat simpati dari sang anak, Angbeen Rishi.
Dugaan itu muncul lantaran hubungan Yulia dan Angbeen Rishi belakang diduga juga tidak harmonis usai sang anak menikah dengan Adly Fairuz.
Lantas bagaimana tanggapan Yulia usai dirinya diduga tidak mendapat simpati dari sang anak?
Saat disinggung soal hubungannya dengan Angbeen, Yulia mengakui hingga kini belum ada komunikasi.
Bahkan lanjut Yulia, dirinya tidak pernah mendapat kabar dari sang anak.
"Sampai saat ini saya belum komunikasi ya, mungkin suatu saat nanti bisa komunikasi. Selama ini nggak pernah ada kabar dari Angbeen sih," ujar Yulia saat jumpa pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 November 2022.
Lebih lanjut, Yulia mengakui sebagai seorang ibu dirinya sudah pasti merindukan sosok sang anak, terlebih juga dia kini menjadi seorang nenek.
"Tapi kan dengan situasi yang tidak memungkinkan," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yulia Irawati mengaku menjadi korban mafia tanah yang diduga dilakukan mantan suaminya.
Didampingi kuasa hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak, Yulia mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Kamis, 3 November kemarin, untuk membuat laporan.
Dalam keterangan kuasa hukumnya, sang mantan suami diguga menjual aset-aset milik Yulia termasuk rumahnya.
Oleh karena itu, Yulia melaporkan mantan suaminya guna mencari keadilan.(*)
Sumber: Detik Hot
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026