SuaraTasikmalaya.id - Hingga saat ini terkait dugaan pelecehan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo belum bisa dibuktikan.
Seperti diketahui Putri Candrawathi bersikukuh jika dirinya adalah korban pelecehan seksual ajudan sang suami, Brigadir J.
Akan tetapi di tengah persidangan yang berlangsung secara maraton ini, ada pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), apakah terpikirkan jika Putri Candrawathi yang sebenarnya hedak memperkosa Brigadir J.
Hingga saat ini kasus pembunuhan Brigadir J perlahan menemukan titik terang. Saat ini para terdakwa dihadapkan pada hakim untuk dilakukan pembuktian soal pembunuhan berencana, pelecehan seksua, dan obstruction of justice.
Saat ini kasus tersebut telah sampai di persidangan, dengan lima terdakwa yang diduga terlibat langsung dalam dugaan pembunuhan berencana.
Sementara banyak terdakwa lain yang didakwa melakukan penghalangan dari pengungkapan kasus dan perusakan barang bukti di lokasi kejadian.
Sebelumnya, dalam persidangan pada (1/11/2022), terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dihadapkan pada 12 saksi yang sebagian besar merupakan keluarga dari Brigadir J.
Kemudian, rekaman momen di dalam persidangan yang viral, memperlihatkan proses jalannya sidang pada terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J.
Dalam video tersebut terlihat Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo tampak kesal ketika mendengar dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU).
Kemudian cuplikan video momen Putri terlihat kesal ini diunggah pada laman TikTok.
Wajah Putri terlihat jengkel hingga dirinya melepaskan masker yang dikenakan sejak awal sidang.
Kejengkelan Putri terlihat saat JPU menyebutkan istri Ferdy Sambo sudah tua dan kalah cantik dibandingkan dengan pacar Brigadir J, Vera Simanjuntak.
Kemudian JPU mengatakan dalam rekaman video viral, yang menanyakan apakah pernah terpikirkan bukan Brigadir J yang melecehkan Putri Candrawathi.
Akan tetapi, kata JPU bisa jadi justru Putri Candrawathi yang melecehkan Brigadir J.
Apakah benar demikian?
Pacar Brigadir J Lebih Cantik dari Putri Candrawathi
Saat ini video-video tentang persidangan terdakwa pembunuhan Brigadir J ramai dijadikan konten.
Mereka mengemas konten dengan beragam cara, mulai dari dibubuhi kalimat sarkas, bercanda, hingga yang serius.
Termasuk video berdurasi satu menit yang viral di media sosial TikTok.
Dalam video berdurasi satu menit itu tampak menampilkan terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi.
Saat itu terlihat jika Putri menggunakan pakaian serba hitam, duduk mendengar dakwaan dari jaksa penuntut umum.
Tampak Putri Candrawathi menjadi sorotan netizen ketika jaksa penuntut umum bicara soal dugaan motif pembunuhan Brigadir J.
Jaksa penuntut umum pada sidang yang berlangsung Selasa (1/11/2022 itu, mengatakan, belum tentu Brigadir J dihabisi gara-gara diduga melakukan pelecehan seksual pada Putri Candrawathi.
"Bu Putri Candrawathi ini sudah tua, calon istri Brigadir J (Vera Simanjuntak) ini cantiknya bukan main," kata JPU terdengar dalam potongan video sidang terhadap perkara pembunuhan Brigadir J.
"Tidak ada saksi yang melihat bahwa terjadi kekerasan seksual secara langsung, Bahkan Susi pun hanya melihat Bu Putri tergeletak," kata JPU.
JPU lantas mengatakan, bisa saja kejadiannya justru terbalik, Putri Candrawathi yang berupaya melecehkan Brigadir J.
"Pernah tidak kita berpikir bahwa, bisa saja yang terjadi bukan Brigadir J yang mencoba melakukan kekerasan seksual kepada Bu Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo)," katanta.
"Tapi Bu Putri yang ingin melakukan pelecehan seksual terhadap ajudan dari suaminya," ucap jaksa penuntut umum.
Tak lama mendengar JPU, Putri Candrawathi tampak membuka maskernya itu.
Putri Candrawathi lantas memperlihatkan ekspresi kesal atau jengkel saat jaksa penuntut umum mengatakan pelecehan belum tentu dilakukan oleh Brigadir J.
"Kita merujuk ke pasal 1 angka 4 ya, undang-undang nomor 12 tahun 2022, tidak ada definisi korban itu harus perempuan," kata JPU.
"Korban bisa siapa saja, bahkan laki-laki pun bisa dilecehkan secara seksual. Nah sekarang yang bisa menjamin Brigadir J adalah pelaku atau korban itu siapa?" tambah jaksa penuntut umum.
Sementara itu Kuasa hukum keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, geram saat mendengar kliennya kembali dituduh melakukan kekerasan seksual pada Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah, pada 4 Juli dan 7 Juli 2022.
"Kalau Joshua (Brigadir J) memang seorang pelaku kekerasan seksual, kenapa bukti-bukti malah dihilangkan?," katanya.
"Sementara, tuduhan kekerasan seksual membutuhkan bukti," ucapnya lagi.
"Ini yang membuat kami tidak percaya (sudah terjadi kekerasan seksual)," ujar Martin ketika diwawancarai stasiun Kompas TV dan tayang Rabu, 19 Oktober 2022.
Martin juga mengatakan tentang relasi kuasa yang kental dalam peristiwa tewasnya Brigadir J.
"Ferdy Sambo ini kan polisinya polisi. Tentunya, istrinya (Putri Candrawathi) memiliki kewenangan yang tidak mungkin dibantah oleh ajudan yang berpangkat rendah. Maka tak mungkin Joshua bisa melakukan hal itu," kata dia.
Sebagai korban kekerasan seksual, kata dia, Putri istri Ferdy Sambo seharusnya merasa trauma usai diperkosa.
Akan tetapi yang terjadi saat di Magelang, justru malah meminta bertemu kembali Brigadir J dan mengajak Brigadir J berbicara empat mata di kamar selama 15 menit.
"Menurut saya, satu-satunya kekerasan seksual yang mungkin terjadi adalah upaya sexual harassment yang diduga kuat dilakukan oleh Ibu PC (Putri Candrawathi) kepada Joshua (Brigadir J)," katanta.
"Joshua (Brigadir J) kemudian memberontak, akhirnya Ibu PC jatuh. Karena dia jatuh, mungkin dia halu dan bilang Joshua berupaya melakukan sexual harassment. Padahal, mungkin saja yang terjadi sebaliknya," tutur dia.
Jika benar ada perkosaan oleh Brigadir J, Putri seharusnya dan senormalnya korban harus segera melaporkan Brigadir J pada polisi.
"Kenapa gak dilaporkan (jika Brigadir J melecehkan Putri)?" katanya.
"Atau kalau memang tidak dilaporkan, ya jangan dibunuh," ucapnya. (*)
Berita Terkait
-
Sidang Ferdy Sambo Cs Ditunda Dengan Alasan Jaga Kondusivitas KTT G20 di Bali
-
Pengakuan Sopir Ambulans yang Membawa Jenazah Brigadir J: Hanya Pakai Baju dan Wajah Ditutupi Masker
-
TERPOPULER! Terbongkar Juga di Rumah Magelang Tidak Terjadi Apa-Apa, Lantas Siapa yang Melecehkan Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi
-
Momen Susi Peluk dan Cium Tangan Putri Candrawati Dinilai Pakar Psikologi: Ada Ikatan Emosional
-
Anaknya Pulang Tak Bernyawa, Orang Tua Brigadir J Murka ke Ferdy Sambo, Irma Hutabarat: Dia Kerja Siang Malam Buat Jaga Bapak loh!
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar