SuaraTasikmalaya- Bharada Eliezer kini lebih percaya diri dan berani saat dipertemukan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Eliezer tetap memilih bersaksi langsung di persidangan yang sebelmnya mealui zoom meeeting. Atau sidang jarak jauh.
Dan yang lebih hebat lagi Eliezer berani menguliti bobrok Ferdy Sambo. Dia mengungkap satu demi satu kepingan fakta mulai dari peristiwa Magelang, hingga skenario penembakan Yosua yang dirancang Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Meski dibentak-bentak dan berdebat panas dengan pengacara Ferdy Sambo Arman Hanism namun Eliezer tak pantang mundur.
Dalam persidangan terbaru dengan tegas Eliezer menyatakan d doktrin Ferdy Sambo soal skenario fiktif tembak menembak dirinya dengan Yosua.
Tentunya pengakuan itu membuat Ferdy Sambo geram, tim pengacaranya menuding Eliezer kerap berubah ubah. Menurut dia karena kebohongan Eliezer, Sambo malah dijemput Jendral Bintang 2 dan dibawa ke Mabes Polri untuk dipatsuskan.
Meski keterangan Eliezer di persidangan kemarin banyak dibantah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, namun hakim kembali mencari kepingan fakta dari sejumlah ahli untuk menungkap kebenaran dalam kasus
Sementara itu dari hasil poligraf atau alat lie detector dari Bharada E memiliki hasil poligraf yang positif seperti diungkap saksi ahli dalam sidang.
Istilah plus dan minus pada penilaian poligraf ini kemudian ditanyakan oleh jaksa soal maknanya.
“Dari scoring yang anda sebutkan tadi itu menunjukan apa, apakah bohong atau jujur atau apa itu antara bohong dan jujur” Jaksa bertanya.
Jika skor minus berarti ada indikasi berbohong yang diungkap oleh lie detector tersebut.
“Kalau terdakwa Sambo apa, terindikasinya apa,” tanya Jaksa lagi
“Minus,” jawab Aji.
“Kalau minus apa,”? tanya Jaksa.
“Terindikasi berbohong,” ucap Aji dengan tagas.
“Kalau terdakwa Putri?” tanya Jaksa lagi.
Berita Terkait
-
Si Paling Jujur Dan Si Paling Bohong Di Kasus Brigadir J Menurut Ahli, Putri Candrawathi Cetak Rekor
-
MENGEJUTKAN! Di Hari Brigadir J Dieksekusi, Bharada E ke Putri: Izin Ibu Senjatanya, lalu Diajak ke Ruang Rahasia
-
Ubah Kesaksian hingga Pengacara Bharada E yang Dibayar Ferdy Sambo Mundur, Nama Deolipa Yumara Terseret Lagi
-
Terbongkar Soal Pemerkosaan, Bharada E Ungkap Kondisi Kasur Tempat Putri Candrawathi Berbaring, ke Brigadir J Sudah Beri Peringatan Keras
-
Tak Ada DNA FS di Senpi, Ronny Talapessy Sebut Ada Upaya Sambo Rusak Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Urutan Pakai Viva Face Tonic yang Benar agar Wajah Segar dan Lembap, Jangan Sampai Keliru!
-
Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta
-
Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun
-
4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong
-
Bencana Bagi Warga, Siapa Pemain Utama di Balik Gurita Tambang Emas Ilegal Gorontalo?
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu