SuaraTasikmalaya - Ustad Abdul Somad mengungkapkan hidayah bisa masuk lewat sesuatu yang indah contohnya lagu. Sebaliknya setan juga bisa masuk lewat lagu.
“Setan masuk lewat musik. Setan masuk lewat telinga, masuk ke dalam hati lewat musik. Maka lagu yang selalu kita dengar itu akan terngiang-ngiang di telinga. Pas kita mau tidur datang dia ,” kata UAS. Tapi lirikya apa dulu. Musim mana yang setan bisa masuk, katanya dikutip dari Chanel Youtube Daqu Chanel.
Namun sebaliknya musik bisa jadi pintu hidayah. Islam itu cinta keindahan Musik atau lagu merupakan keindangan.
Soal ini UAS menyampaikannya langsung di depan Raja Dangut Rhoma Irama dalam poadcast Bisikan Rhoma.
Dalam podcast itu si Raja dangdut bertanya bagaimana pandangan UAS tentang musik? Pendapat UAS erdasarkan pada fiqih musik, Syekh seperti ini,
"Kami hiasi langit ini dengan perhiasan bintang-gemintang," kata sang ustadz.
Ia menambahkan bahwa salah satu Syekh terkenal pernah berkata padanya bahwa: 'Mata begitu nikmatnya melihat bintang. Maka telinga juga perlu sesuatu yang nikmat'.
"Dan para imam-imam itu menampilkan suaranya dalam lantunan lagu. Jadi saya nggak ngerti lagu, saya tanya itu salah satu imam juara musabaqah tilawatil qur'an di Riau," tuturnya.
"Saya tanya: 'Ustadz itu imam masjidil haram kalau nyanyi ada lagunya nggak kalau sholat? Baca Al Fatihah," imbuhnya.
"Ada, kata dia," ucapnya.
UAS mengungkapkan bahwa dirinya termasuk pengagum Rhoma Irama bahkan saking senangnya, waktu kecil dia sering menangis sama teman-temannya ketika nonton film yang dibintangi raja dangdut tersebut.
"Setiap anak kecil itu kan punya lagu. Anak ini lagunya ini, anak ini lagunya ini. Jadi saya penasaran. Anak saya nyanyi," ujarnya dikutip Hops.ID dari YouTube Rhoma Irama Official pada 17 Desember 2022.
"Saya tanya almarhumah emak saya. Mak aku waktu kecil lagunya apa?," ucapnya.
"Kau dulu waktu kecil kalau nyanyi itu sampai keluar urat leher," katanya menirukan gaya bicara mendiang ibu.
"Ikutupasa, apa artinya? Sungguh terpaksa," imbuhnya.
"Iya saya kecil sudah ngefans sama bang Haji," sambungnya.
Mendengar pengakuan tersebut ayah Ridho Rhoma jadi curhat tentang kegelisahan dirinya. Yang mana pernah mendapat ancaman kalau masih saja menyanyi.
Karena menurut pihak-pihak yang melarangnya. Musik, nyanyi itu haram, hingga raja dangdut tersebut berhenti menyanyi.
"Saya mau gali ilmunya nih ustadz. Saya kan penyanyi, tiba-tiba ada yang mengatakan nyanyi itu haram. Makannya saya berhenti nyanyi," ungkap raja dangdut.
"Barangkali Ustadz mau cerita musik haram seperti apa?," ucapnya.
Menjawab pertanyaan Rhoma Irama, UAS mengatakan lagu itu mirip ti omongan. Kalau maknanya baik dan mengajak orang untuk ke jalan yang benar itu berpahala. Sebaliknya kalau maknanya jelek mengajak pada perbuatan maksiat. Ya tidak baik.
"Jadi lagu itu sering sekali diciptakan orang pada suatu kondisi, psikologis, keadaan," tukas Abdul Somad.
"Misalkan lagu Bengawan Solo. Mungkin saat itu di Solo Gesang sedang melihat. Lalu muncullah lagu-lagu maksiat cinta satu malam, selimut tetangga,"
UAS menjelaskan kalau musik tersebut memiliki lirik yang baik, seperti lagu-lagu Opick atau Maher Zain, maka tidak masalah untuk didengarkan. Tapi kalau musik seperti ‘Cinta Satu Malam’ dan sejenisnya, sebaiknya jangan didengarkan.
UAS menjelaskan, “Musik seperti cakap. Kalau maknanya baik, mengajak berjihad, mengajak nutup aurat, mengajak ketenangan hati, mengingat mati, ya tak apa-apa. Tapi kalau isinya mengajak berzina (jangan didengarkan). (*)
Berita Terkait
-
7 Penyanyi Dangdut dengan Bayaran Termahal, Dengar-Dengar Tarif Sekali Manggung Lesti Kejora Bisa Rp350 Juta!
-
Tiba-Tiba Keringat Dingin Mengucur, Daniel Mananta Ngaku Diarahkan Tuhan saat Berdialog dengan UAS
-
Beredar Foto Istri Daniel Mananta, Viola Maria Kenakan Hijab, Ikutan Jadi Mualaf?
-
Ajak Istri Ikuti Kajian Subuh di Pekanbaru, Daniel Mananta: Terus Bangun Hubungan dengan UAS
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak