/
Senin, 19 Desember 2022 | 08:28 WIB
Raja dangdut Rhoma Irama dan Ustadz Abdul Somad di markas Soneta Grup (instagram)

SuaraTasikmalaya - Ustad Abdul Somad mengungkapkan hidayah bisa masuk lewat sesuatu yang indah contohnya lagu. Sebaliknya setan juga bisa masuk  lewat lagu.

“Setan masuk lewat musik. Setan masuk lewat telinga, masuk ke dalam hati lewat musik. Maka lagu yang selalu kita dengar itu akan terngiang-ngiang di telinga. Pas kita mau tidur datang dia ,” kata UAS. Tapi lirikya apa dulu. Musim mana yang setan bisa masuk, katanya  dikutip dari Chanel  Youtube Daqu Chanel.

Namun sebaliknya musik bisa jadi pintu hidayah. Islam itu cinta keindahan  Musik atau lagu merupakan keindangan.

Soal ini  UAS menyampaikannya langsung di depan Raja Dangut Rhoma Irama  dalam poadcast Bisikan Rhoma. 

Dalam podcast itu si Raja dangdut  bertanya bagaimana pandangan UAS tentang musik? Pendapat  UAS erdasarkan pada fiqih musik, Syekh seperti ini,

"Kami hiasi langit ini dengan perhiasan bintang-gemintang," kata sang ustadz.

Ia menambahkan bahwa salah satu Syekh terkenal pernah berkata padanya bahwa: 'Mata begitu nikmatnya melihat bintang. Maka telinga juga perlu sesuatu yang nikmat'.

"Dan para imam-imam itu menampilkan suaranya dalam lantunan lagu. Jadi saya nggak ngerti lagu, saya tanya itu salah satu imam juara musabaqah tilawatil qur'an di Riau," tuturnya.

"Saya tanya: 'Ustadz itu imam masjidil haram kalau nyanyi ada lagunya nggak kalau sholat? Baca Al Fatihah," imbuhnya.

Baca Juga: Ingin Kebutuhan Hidup Segera Dicukupi, Inilah Doa Agara Hajat Dikabulkan Allah SWT, Kata Ustad Adi Hidayat

"Ada, kata dia," ucapnya.

 
UAS mengungkapkan bahwa dirinya termasuk pengagum Rhoma Irama bahkan saking senangnya, waktu kecil dia sering menangis sama teman-temannya ketika nonton film yang dibintangi raja dangdut tersebut.

"Setiap anak kecil itu kan punya lagu. Anak ini lagunya ini, anak ini lagunya ini. Jadi saya penasaran. Anak saya nyanyi," ujarnya dikutip Hops.ID dari YouTube Rhoma Irama Official pada 17 Desember 2022.

"Saya tanya almarhumah emak saya. Mak aku waktu kecil lagunya apa?," ucapnya.

"Kau dulu waktu kecil kalau nyanyi itu sampai keluar urat leher," katanya menirukan gaya bicara mendiang ibu.

"Ikutupasa, apa artinya? Sungguh terpaksa," imbuhnya.

"Iya saya kecil sudah ngefans sama bang Haji," sambungnya.

Mendengar pengakuan tersebut ayah Ridho Rhoma jadi curhat tentang kegelisahan dirinya. Yang mana pernah mendapat ancaman kalau masih saja menyanyi.

Karena menurut pihak-pihak yang melarangnya. Musik, nyanyi itu haram, hingga raja dangdut tersebut berhenti menyanyi.

"Saya mau gali ilmunya nih ustadz. Saya kan penyanyi, tiba-tiba ada yang mengatakan nyanyi itu haram. Makannya saya berhenti nyanyi," ungkap raja dangdut.

"Barangkali Ustadz mau cerita musik haram seperti apa?," ucapnya.

Menjawab pertanyaan Rhoma Irama, UAS mengatakan lagu itu mirip ti omongan. Kalau maknanya baik dan mengajak orang untuk ke jalan yang benar itu berpahala. Sebaliknya  kalau maknanya jelek mengajak pada perbuatan maksiat. Ya tidak baik.


"Jadi lagu itu sering sekali diciptakan orang pada suatu kondisi, psikologis, keadaan," tukas Abdul Somad.


"Misalkan lagu Bengawan Solo. Mungkin saat itu di Solo Gesang sedang melihat. Lalu muncullah lagu-lagu maksiat cinta satu malam, selimut tetangga," 

UAS menjelaskan kalau musik tersebut memiliki lirik yang baik, seperti lagu-lagu Opick atau Maher Zain, maka tidak masalah untuk didengarkan. Tapi kalau musik seperti ‘Cinta Satu Malam’ dan sejenisnya, sebaiknya jangan didengarkan.

UAS menjelaskan, “Musik seperti cakap. Kalau maknanya baik, mengajak berjihad, mengajak nutup aurat, mengajak ketenangan hati, mengingat mati, ya tak apa-apa. Tapi kalau isinya mengajak berzina (jangan didengarkan). (*)

Load More