/
Minggu, 25 Desember 2022 | 10:46 WIB
Ulama besar Cirebon Buya Yahya dengan ilustrasi hari kiamat. (tasikmalaya.suara.com | suara network jabar)

SuaraTasikmalaya-  Surat Yasin sangat besar fadilahnya, bagi kalangan kaum Nahdlatul Ulama (NU) membaca surat Yasin pada malam  Jumat merupakan ritual rutinan.

Makanya di kalangan masyarakat kerap ada  acara yasinan. Artinya membaca surat yasin secara berjamaah.

Salah seorang ulama NU tapi tidak masuk pengurus NU Buya Yahya menjelaskan,  bahwa Surat Yasin dan Yasin Fadhilah adalah surat yang sama namun berbeda isinya.

"Perbedaan tersebut didasari oleh doa yang terselip di antara ayat-ayat Surat Yasin Fadhilah," jelas Buya Yahya.

"Lalu bagaimana hukum membaca Surat Yasin Fadhilah?," tanya seorang jamaah pada Buya Yahya.

Dilansir dari kanal YouTube YouTube Al-Bahjah TV,  Buya Yahya menjelaskan perbedaan dan di mana letak perbedaan Surat Yasin dengan Yasin Fadhilah

Menurut Buya Yahya, hukum membaca Surat Yasin Fadhilah diperbolehkan, asal doa yang terdapat di dalamnya adalah baik.

Tidak mengandung hal-hal buruk maupun hendak mengubah isi Al-Qur'an.

Adapun cara membaca Surat Yasin Fadhilah yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Apa Arti Kata Purel? Jadi Istilah Viral Berkat Lagu Dangdut

Misalnya kita membaca bismillah, tidak usah memakai Yasin Fadhilah. Sekarang Al-Fatihah seperti Yasin Fadhilah.

"Jadi anda ingin membaca Al-Fatihah tetapi begini


Ya Allah berikanlah kasih sayang-Mu kepada kami Ya Allah...

Ya Allah wahai Zat yang Mahakasih, berikanlah kami kasih sayang-Mu pada anak-anak kami...

Ya Allah yang merajai hari kiamat nanti, maka kami mohon ya Allah, ampuni kami saat itu nanti ya Allah.

Siapa yang menyalahkan?

Makna tadabbur di dalamnya yang tidak benar adalah kalimatnya dianggap sebagai Al Qur'an.

Bahkan kita dianjurkan oleh Nabi, saat kita membaca ayat-ayat surga "mintalah surga", kalau melewati ayat-ayat neraka, mintalah dijauhkan dari neraka," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya melanjutkan, "Kalau yang disebut sifat Allah yang Mahakasih, tidak ada salahnya kita minta kasih sayang Allah."

"Kami belum membaca Yasin Fadhilah tetapi sudah ditanyakan seperti apa Yasin Fadhilah," kata Buya Yahya.

"Kami belum membaca dari awal sampai akhir kalimatnya seperti apa. Ini secara dhohirnya seperti itu. Tapi nantinya hakikatnya dikembalikan isi doanya seperti apa," lanjut Buya Yahya.

Buya Yahya juga menjelaskan, "Kalau isi dari doanya jelek, ya nanti bakal jadi jelek. Hal yang tidak diperbolehkan adalah memotong ayat. Yakni memotong ayat dan memasukkan doa ke dalamnya seolah-olah menjadi ayat."

Misal kalimat di atas di tengahnya ada dikasih doa seolah menjadi Al-Qur'an, itu mengubah isi Al-Qur'an.

Kalau disempurnakan ayatnya dan setelah itu ada panjatan doanya, renungan, pemahaman, maka hal itu tidak apa-apa.

"Dan selama ini yang pernah disodorkan sepintas pada kami adalah Yasin Fadhilah dalam irama untuk khusyuk, tadabbur, dibalik ayat ayat Surat Yasin yang dibacanya, dan kalau memang begitu adanya, maka tidak apa-apa. Itu bukanlah sesuatu yang terlarang," kata Buya Yahya. (*)

Load More