/
Selasa, 27 Desember 2022 | 07:36 WIB
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tampak akrab dalam sebuah acara (instagram@aniesbaswedan)

SuaraTasikmalaya.id -Perang survei jelang pemilu 2024 sudah kelihatan sejak dini. Bahkan yang paling hanya sejumlah lembaga survei selalu menempatkan nama Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi sebagai capres 2024. Di susul kemudian Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Yang terbaru adalah hasil survei  Poltracking Indonesia, lembaga survei itu merilis  nama Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas teraras dibanding Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Survei Poltracking yang dihelat pada 21-27 November menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 1.220.

Responden adalah mereka  yang sudah punya hak pilih yakni  berusia 17 tahun ke atas, atau sudah menikah.

Margin of error +- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan tatap muka langsung.

Dari hasil simulasi 20 nama ada tiga bakal calon yang meraih elektabiltas dan popularitas tinggi mereka adalah

Ganjar Pranowo 28,3%

Anies Baswedan 24,9%

Prabowo Subianto 23,1%

Baca Juga: Belum Ada Aturan dan Sah Jadi Capres 2024, Bawaslu Sebut Anies Baswedan Lakukan Kampanye Terselubung, Bagaimana dengan Puan Maharani dan Ganjar Pranow

Tidak tahu/tidak jawab: 9,3%

Ini terlihat Ganjar Pranowo jauh melewati Aies dan Prabowo Subianto. Sementara Anies dan Prabowo bersaing ketat. Bahka yang terbaru lembaga survei  Charta Politika Indonesia pada Kamis 22 Desember 2022 merils bahwa kalau  Pilpres digelar saat ini, Ganjar Pranowo bakal  menang satu putaran.

Hail survei Charta Politika  elektabilitas Ganjar Pranowo sangat tinggi mencapai 42,8 persen. Disusul Anies Baswedan 28.1 persen dan Prabowo Subianto 23.9 persen.

Menanggapi hasil survei itu  pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Rocky Gerung tak percaya dengan hasil survei yang memenangakn Ganjar Pranowo.

Rocky menduga  tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah ini  adalah penggelembungan angka. Sebab dari segi logika dan hitung-hitungan angka tak masuk akal sehat.

"Pembusukan itu pertama-tama biang keladinya adalah opini publik yang bukan berasal dari publik. Tapi direkayasa oleh lembaga survei itu," kata Rocky Gerung saat bincang-bincang santai bersama jurnalis senior Hersubeno Arief di kanal Youtubenya dikutip, Minggu (25/12/2022).

Load More