SuaraTasikmalaya.id -Perang survei jelang pemilu 2024 sudah kelihatan sejak dini. Bahkan yang paling hanya sejumlah lembaga survei selalu menempatkan nama Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi sebagai capres 2024. Di susul kemudian Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Yang terbaru adalah hasil survei Poltracking Indonesia, lembaga survei itu merilis nama Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas teraras dibanding Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Survei Poltracking yang dihelat pada 21-27 November menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 1.220.
Responden adalah mereka yang sudah punya hak pilih yakni berusia 17 tahun ke atas, atau sudah menikah.
Margin of error +- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan tatap muka langsung.
Dari hasil simulasi 20 nama ada tiga bakal calon yang meraih elektabiltas dan popularitas tinggi mereka adalah
Ganjar Pranowo 28,3%
Anies Baswedan 24,9%
Prabowo Subianto 23,1%
Tidak tahu/tidak jawab: 9,3%
Ini terlihat Ganjar Pranowo jauh melewati Aies dan Prabowo Subianto. Sementara Anies dan Prabowo bersaing ketat. Bahka yang terbaru lembaga survei Charta Politika Indonesia pada Kamis 22 Desember 2022 merils bahwa kalau Pilpres digelar saat ini, Ganjar Pranowo bakal menang satu putaran.
Hail survei Charta Politika elektabilitas Ganjar Pranowo sangat tinggi mencapai 42,8 persen. Disusul Anies Baswedan 28.1 persen dan Prabowo Subianto 23.9 persen.
Menanggapi hasil survei itu pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Rocky Gerung tak percaya dengan hasil survei yang memenangakn Ganjar Pranowo.
Rocky menduga tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah ini adalah penggelembungan angka. Sebab dari segi logika dan hitung-hitungan angka tak masuk akal sehat.
"Pembusukan itu pertama-tama biang keladinya adalah opini publik yang bukan berasal dari publik. Tapi direkayasa oleh lembaga survei itu," kata Rocky Gerung saat bincang-bincang santai bersama jurnalis senior Hersubeno Arief di kanal Youtubenya dikutip, Minggu (25/12/2022).
Berita Terkait
-
Minta Restu Untuk 2024, Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Dengan Belasan Kiai Sepuh Di Jatim
-
Kader Partainya Lebih Pilih Ganjar Jadi Capres, Politisi Golkar: Kalau Nggak Ada Dukungan Partai, Gimana?
-
Nyelekit! Eks Ketum Ganjarist Ledek Anies Politisi Palugada: Rela LDR dengan 212 demi ke Rumah Doa
-
CEK FAKTA: Jegal Anies, Istana Resmi Pasangkan Ganjar Pranowo dengan Andika Perkasa, Benarkah?
-
Pengamat Nilai Sandiaga Uno 'Lebih Mudah Dapat Tiket' untuk Jadi Pasangan Ganjar di Pilpres
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar