/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 15:03 WIB
Nasdem resmi deklarasikan Anies Baswedan jadi Capres, Senin (3/10/2022). (Suara.com/Bagaskara) (suara)

SuaraTasikmalaya.id – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menilai jika yang dilakukan Anies Baswedan berkeliling daerah terkesan melakukan kampanye terselubung.

Pernyataan tersebut terungkap saat Bawaslu RI tidak melanjutkan laporan terhadap bakal capres alias bacapres dari Partai NasDem, Anies Baswedan.

Namun, ada yang menarik dari pernyataan Bawaslu tentang Anies Baswedan dalam melakukan safari politik.

Bawaslu mengatakan jika apa yang dilakukan Anies Baswedan tidak etis.

Anggota Bawaslu, Puadi mengatakan dalam keterangannya, Kamis (15/12/2022), ditinjau dari sisi politik apa yang dilakukan Anies Baswedan tidaklah etis.

"Jika ditinjau secara etika politik, safari politik yang dilakukan AB (Anies Baswedan) dapat dipandang sebagai tindakan yang kurang etis," kata anggota Bawaslu Puadi dalam keterangannya, Kamis (15/12/2022).

Saat ini sejumlah kalangan menilai tindakan Anies Baswedan seperti berkampanye secara terselubung. 

Anies Baswedan seolah-olah mencuri start dalam ajang Pemilu 2024. Padahal seperti diketahui kegiatan yang disebut kampanye politik adalah jika seseorang telah ditetapkan menjadi calon dalam keikutsertaan di masa pemilu.

"Sebab (Anies Baswedan) telah melakukan aktivitas kampanye terselubung, dan terkesan mencuri start dalam melakukan kampanye sebagai calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang," ujar Puadi.

Baca Juga: Orang Dekat Kapolri Jenderal Bintang Tiga Ikut Disebut di Pengadilan Kasus Ferdy Sambo, Seluruh Anggota Diminta Baris Bahas CCTV

Terlebih saat ini Anies Baswedan telah ditetapkan menjadi bakal calon presiden dari NasDem.

Lantas jika Anies Baswedan yang merupakan warga sipil dianggap melakukan kesalahan etik, bagaimana dengan yang dilakukan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo yang saat ini masih menjabat di pemerintahan.

Apa kata NasDem

Sementara itu Partai NasDem membantah jika Anies Baswedan disebut melakukan kampanye.

Ketua DPP NasDem, Sugeng Suparwoto menjelaskan apa yang dilakukan Anies Baswedan hanya kunjungan atau safari politik.

NasDem menegaskan kader partainya di daerah hanya memperkenalkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.

Load More