SuaraTasikmalaya.id - Heboh informasi Anies Baswedan memiliki hutang Rp50 miliar akibat Pilgub DKI 5 tahun lalu akhirnya terjawab.
Sempat berhari-hari menjadi bola liar dan jadi bahan bulian ke Anies, kini info tersebut dijawab langsung mantan Mendikbud itu.
Melalui podcast YouTube Merry Riana, 10 Februari 2023, Anies membenarkan ada uang dukungan sebesar Rp50 miliar saat kampanye Pilgub Jakarta.
Merry Riana mengatakan kepada Anies bahwa Sani, pemberi uang Rp50 miliar sudah mengikhlaskan uang tersebut.
"Pak Sani menyebutkan setelah didoakan dan juga dipertimbangkan didiskusikan dengan keluarga beliau ikhlaskan hutang 50 m itu Menurut tanggapan Pak Anies?" tanya wanita itu.
Anies menjawab bahwa pada masa kampanye itu banyak sekali yang memberikan sumbangan.
"Banyak sekali, ada yang kami tahu ada yang kami tidak tahu dan ada yang memberikan dukungan langsung kepada relawan, nah kemudian ada pinjaman," kata Anies Baswedan.
Namun lanjut Anies, sebenarnya itu bukan pinjaman tapi dukungan yang pemberi dukungan ini meminta dicatat sebagai hutang.
Kata Anies, jika Anies Sandi menang dukungan itu tak jadi hutang, namun jika Anies kalah, maka pemberian dukungan uang itu jadi hutang yang harus dibayar.
Baca Juga: Daftar Lengkap Top Skor dan Assists BRI Liga 1 Terbaru, Ada Dua Bomber Persib
"Jadi dukungan yang minta dicatat sebagai hutang lalu sampaikan bila ini dukungan untuk sebuah kampanye untuk perubahan untuk kebaikan, bila ini berhasil maka itu dicatat sebagai dukungan. Bila kita tidak berhasil dalam pilkada, maka itu menjadi hutang harus dikembalikan," jelas.
Kata Anies uang itu berbentuk dukungan dengan penjamin Sandiaga Uno.
"Siapa penjaminnya? Yang menjamin Pak Sandi. Jadi uangnya bukan dari Pak Sandi. Itu ada pihak ketiga yang mendukung," lanjut Anies.
Anies mengatakan ia sendiri yang menandatangani kesepakatan dalam bentuk surat pernyataan.
"Surat pernyataan hutang saya yang tanda tangan dan di dalam surat itu disampaikan apabila Pilkada kalah, maka saya dan Pak
Sandiaga Uno berjanji mengembalikan," kata Anies.
"Namun apabila kami menang Pilkada, maka ini dinyatakan sebagai bukan hutang dan tidak perlu dibayar, jadi selesailah, itu bentuk dukungan. Ya sudah selesai betul. Jadi itulah yang terjadi," jelas Anies.
Tambah Anies ia membayar dukungan itu dengan perubahan Jakarta yang lebih baik.
"Jadi mengembalikannya dalam bentuk perubahan." ujar Anies. (*) perubahan," kata Anies Baswedan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Man City vs Real Madrid, Chelsea Tantang PSG
-
Hukuman Pelaku atau Perbaikan Sistem? Menolak Narasi "Oknum" yang Berulang
-
THR Karyawan Swasta Kapan Cair? Begini Mekanisme dan Jadwal Pencairannya
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
BLACKPINK Bawa Pesan Keberanian dan Persatuan di Comeback Lagu Terbaru, Go
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Yamaha Racing Indonesia Rilis Formasi Pembalap 2026 Demi Target Juara Dunia
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?