SuaraTasikmalaya.id - Ternyata 3 korban meninggal atas tragedi ledakan di Blitar masih satu keluarga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar telah melakukan pencarian terhadap korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat.
Ledakan itu diduga berasal dari serbuk petasan di Dusun Sadeng Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar tadi malam.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berttyanto.
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Blitar telah menemukan dua potongan bagian tubuh yang teridentifikasi.
Dirinya memastikan, ada 3 orang korban atas nama Darman, Wawa, dan Arifin.
"Korban bernama Wawa dan Arifin yang diduga merupakan anak dan kerabat dari Darman pemilik rumah," ungkapnya sebagaimana dikutip suaratasikmalaya.id dari akun Facebook @Ag243 pada Senin (20/2/2023).
Dalam unggahan akun tersebut, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Blitar, ada 26 rumah yang rusak, 6 orang luka ringan, 3 orang masih syok dan 3 orang meninggal dunia.
Sementara itu untuk bagian tubuh korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Srengat Blitar untuk dilakukan otopsi.
Baca Juga: Mobil Suzuki APV Tiba-tiba Terbakar di Solok, Damkar: Penyebab Kebakaran Dalam Penyelidikan
Lokasi ledakan dahsyat kini telah dipasang police line. Masyarakat dilarang memasuki area ledakan karena dikhawatirkan masih ada bahan mercon.
Selain itu petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi serpihan tubuh korban.
Police line terbagi dua zona yaitu pusat ledakan dan rumah-rumah tetangga. Rumah yang menjadi pusat ledakan telah rata dengan tanah.
Sedangkan beberapa rumah sekitarnya rusak terutama di bagian atap. Warga rela antri untuk melihat lokasi ledakan.
Warganet turut menyayangkan adanya tragedi ini, pasalnya pemerintah sudah mencekal adanya petasan.
"Ini sdh prnh trjdi thn lalu, knpa hrus trjadi lagi? Pembelajaran buat kita semua alangkah baiknya kita menghindari hal2 yg smcm ini lgi. Smga Husnul Khotimah bagi yg meninggal ... Aamiin ...," akun @Cahaya Mentari.
"Dari dulu pemerintah melarang adanya petasan, karna sudah bnyak memakan korban, entah itu dewasa atau anak".. smoga dgn peristiwa ini semua orang tdk menyepelekan apapun jenis petasan yg sudah pasti berbahaya utk semua." timpal @Nazila Afriana. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi