SuaraTasikmalaya.id. - Bos Madura United Achsanul Qosasi dengan tegas mengingatkan Ketua Umum PSSI yang baru terpilih, Erick Thohir dan jajarannya tentang 5 hal ini. .
Bos Madura United, Achsanul Qosasi, mengatakan bahwa pelaku sepakbola hanya butuh 2 hal yakni pertama konsisten, tegas terhaadap aturan dan kedua, membuat aturan yang memudahkan pemain atau klub bermain bola.
"Pelaku sepakbola hanya butuh 2 hal: Konsisten, Tegas terhadap aturan dan buatlah aturan yang memudahkan bermain bola," ujar Achsanul Qosasi di akun instagram pribadinya Selasa pagi, 21 Februari 2023.
Dari dua hal itu, lanjut Doktor lulusan Universitas Padjajaran Bandung itu, ada 4 hal yang paling simpel untuk dilakukan atau dibuat tegas dan konsisten.
Lima hal itu yakni:
Pertama, jika dalam peraturan, sponsor rumah judi dan alkohol tak boleh, ya tegaslah untuk dilarang.
Kedua, jika dalam aturan tidak boleh ada kepemilikan ganda lebih dari 1 klub, "Ya tegaslah untuk dilarang!" kata dia. "Jika kedua hal tersebut tak bisa dilarang, ya sudah dibolehkan saja, ubah aturannya," tambahnya.
Ketiga, kata dia, Exco PSSI tidak boleh terlibat dalam operasional, seperti menentukan wasit, merekomendasikan pemain untuk Timnas, mengatur-ngatur jadwal, intervensi komdis dan lain-lain.
"Ini membuat wibawa Exco jadi rendah dan murah," ujarnya.
Baca Juga: 3 Nominasi Gol Terbaik BRI Liga 1 Pekan ke-25, Ada dari Bomber Persib
Keempat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan PSSI yakni:
Membentuk kembali BTN (Badan Tim Nasional), sehingga tak bisa diintervensi.
Kemudian membentuk BWSI (Badan Wasit Sepakbola Indonesia).
"Anggotanya dipilih oleh klub, sehingga penugasan dan sanksi akan transparan," saran Achsanul Qosasi.
Berikutnya adalah membuat aturan (kesepakatan) baru tentang perizinan kompetisi dan Pembinaan Usia Muda.
"Perizinan satu paket dari awal sampai akhir kompetisi, sehingga klub tidak disibukkan ngurus ijin setiap pertandingan," usul dia..
"Mafia, pengaturan skor, permainan wasit dll, akan ikut tergerus jika kita tegas terhadap aturan dan konsisten dalam sikap," lanjut dia.
Dan kelima, PSSI segera menggulirkan Liga 2 & 3. Achsanul Qosasi meminta kKembalikan Liga 1 pada format kompetisi yang ideal (ada promosi & degradasi).
"Ada harapan baru terhadap exco yg terpilih. Semua paham sepakbola, tinggal kita kawal dan beri masukan dalam kerjanya.
Waktunya pendek, cuma 4 tahun, kerjakanlah yang wajar, mudah dan fundamental yang dapat mengatasi masalah akut dalam sepakbola Indonesia. Selamat bertugas, salam sepakbola," tutup Achsanul Qosasi. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Foundation Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai dari Rp6 Ribuan
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah
-
7 Rekomendasi Sepeda Lipat yang Diizinkan Masuk Gerbong KRL, Harga Mulai Rp800 Ribuan
-
Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara
-
Caviar iPhone 17 Pro Valentine Edition Rilis: iPhone Termahal 2026 Berlapis Berlian
-
Kenapa HP Muncul Iklan Terus? Ini 3 Rekomendasi Ponsel Bebas Iklan!
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
5 Cushion Wudhu Friendly untuk Makeup Bukber, Praktis dan Natural!
-
Kenapa Ban Mobil Sering Kempes? Cek 5 Rekomendasi Merek Ban Super Kuat Anti Bocor
-
IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?