SuaraTasikmalaya.id - Cerita Dedi Mulyadi belum habis dan terus menebar kisah baru.
Terkini Dedi Mulyadi menangis, bukan karena perceraiannya dengan Anne Ratna, tapi karena dua anak kembar di gang Dalur.
Dedi bertemu dua anak kembar yang dinilainya luar biasa.
Anak lelaki kembar itu bernama Dedi dan Dida.
Keduanya suka membantu ibunya mencari rejeki, untuk keluarganya dan dua saudara lainnya. Keduanya mengaku ingin membalas budi kepada ibunya.
Dedi dan Dida, anak Subang berasal dari keluarga tak mampu, pagi itu ditemui Dedi Mulyadi dan diajak ke pasar untuk belanja segala kebutuhan mulai dari beras, telur hingga bumbu dapur.
Dedi dan Dida pun mengaku kaget dan tak menyangka, bahkan mengatakan seperti mimpi.
Kedua anak itu mengaku baru berangkat untuk mencari barang-barang rongsokan untuk penyambung hidupnya.
"Alhamdulillah, degdegan nggak nyangka dapet rezeki. Baru juga berangkat, kayak mimpi," ujar Dida saat di mobil Dedi Mulyadi untuk menemui ibunya di rumah.
Baca Juga: Bantah Goda Evan Dimas Pindah ke Persib, Luis Milla: Tidak Memungkinkan
Dedi mengatakan, mengapa Dida dan Dedi pagi-pagi sudah mendapatkan rejeki tak terduga, karena kedua anak itu adalah anak yang baik.
"Karena kalian itu anak yang baik. Kalau orang baik, pasti akan selalu ada jalan dalam hidupnya," kata Dedi.
Kedua anak yatim itu juga dibawa Dedi ke supermarket dan dibelikan banyak kebutuhan makanan dan bumbu.
Dua anak kembar itu pun senang dan terharu dan bercerita tentang hidupnya.
Saat ditanya Dedi Mulyadi mengapa Dedi dan Dida tidak sekolah, keduanya menjawab karena belum ada uang untuk sarapan pagi.
Kata keduanya, jika belum sarapan maka tak bisa berangkat sekolah.
Sudah dua hari Dedi dan Dida tidak sarapan pagi.
"Mengapa dua hari tak sarapan pagi? tanya Dedi Mulyadi.
"Nggak ada uang buat teman nasinya," jawab Dedi.
Dedi Mulyadi menanyakan apakah Dedi dan Dida sering tak sarapan, keduanya menjawab kadang-kadang.
Namun sebelum keduanya bekerja mengumpulkan rongsokan, Dedi dan Dida sering tak makan.
"Waktu dulu sebelum ngerongsok kamu pernah nggak makan?" tanya Dedi Mulyadi saat membawa kedua anak itu ke sebuah mini market untuk membeli keperluan alat mandi dan cuci.
"Sering" jawab Dida,"Waktu kelas tiga mah pernah dua hari tak makan."
Dedi pun terhenyak. Dedi pun menangis menjelaskan kedua anak itu ke para fans channel YouTubenya.
Dedi dan Dida pernah merasakan hidup cukup saat ayahnya masih ada, namun setelah sang ayah tiada dan hidup dengan ibu dan dua saudara lainnya, hidup mereka susah.
"Ini anak-anak yang, apa... anak-anak hebat," Dedi Mulyadi keburu terisak sedih.
"Anak ini punya hati yang lapang dan jiwa yang sangat tinggi sampai ibu adalah segala-galanya," lanjut Dedi sambil mengusap kepala dua anak itu.
Tangis ibu Dedi dan Dida pun pecah saat bertemu Dedi Muyadi yang membawakan banyak makanan dan kebutuhan lain ke rumah mereka di jalan Rawa Badak.
Dedi Mulyadi pun lagi-lagi terisak. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Diprediksi Habiskan Uang LPDP Hampir Rp6 Miliar!
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset