/
Rabu, 01 Maret 2023 | 10:49 WIB
Dua pelajar Makassar tewas setelah diduga dipaksa temannya meminum miras. ((Twitter @jaesahiy_))

SuaraTasikmalaya.id – Berikut informasi tentang dua pelajar di Makassar tewas setelah dipaksa meminum minuman keras oleh temannya.

Dunia sosial media digemparkan oleh utas dari akun Twitter @jaesahiy_, pada Selasa, (28/2/2023).

“Twitter please do your magic. Help RT & like,” tulisnya.

Terdapat rekaman video yang berdurasi satu menit dalam utas tersebut, yang memperlihatkan seorang pemuda berkaos hitam melakukan pemukulan dan tendangan kepada pemuda lainnya yang tengah menangis.    

Utas tersebut menuliskan kronologi peristiwa saat enam pelajar di Biringkanaya, Makassar, disiksa dan dipaksa oleh temannya untuk minum minuman keras (miras).

Lokasi kejadian sesuai informasi dari sumber, berada di sebuah indekos di Jalan Sanrangan, Sudiang Raya, Biringkanaya, Makassar, pada Selasa (21/2/2023) lalu.

Keenam pelajar dan mahasiswa tersebut sebelumnya mengadakan pesta miras oplosan, namun keesokan harinya mereka menderita sakit perut, kemudian muntah.  

Naas, dua pelajar tidak bisa diselamatkan, dan harus meregang nyawa akibat kejadian ini.

Sementara empat pelajar lainnya saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Baca Juga: Viral! Pelajar SMA dan SMK di NTT Diwajibkan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi

Menurut Kapolsek Biringkanaya, AKP Andi Alimuddin, dua pelajar yang meninggal dunia dalam pesta miras oplosan itu berinisial AA (15) dan MRP (17).

Pihak kepolisian yang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), menemukan sebuah jerigen berisi alkohol dengan kadar 96 persen yang telah habis, botol minuman bersoda, dan botol anggur merah.

Keluarga korban menceritakan bahwa satu di antara tersangka telah memukul korban di bagian kepala dan pelipisnya, sehingga mengakibatkan lebam dan masih berbekas sampai korban wafat. 

Korban tersebut sempat bisa pulang ke rumahnya pada pagi hari, namun dalam keadaan mabuk berat akibat paksaan dari temannya, karena apabila tidak mau minum diancam akan dibunuh.

Sampai utas ini ditulis, keluarga korban sudah melapor kepada pihak berwajib, namun laporannya tersebut tidak diproses lebih lanjut oleh pihak kepolisian, karena diduga orang tua pelaku merupakan salah satu anggota Polisi. (*Editor Zahran)

Load More