SuaraTasikmalaya.id - Tiga remaja Makassar tewas usai dipaksa meneguk minuman alkohol 96% oleh seorang anak dari oknum polisi.
Sebelum meminum minuman keras yang diracik dengan alkohol 96% para korban menerima penganiayaan dari teman mereka lantaran tidak mau meminum-minuman keras.
Video penganiayaan itu viral di media sosial. Usai meneguk miras yang diracik dengan alkohol 96% para remaja itu muntah-muntah sesampainya di rumah.
Keesokan harinya, para remaja tersebut meninggal dunia. Adapun yang menjadi korban meninggal dunia dalam pesta miras oplosan yaitu inisial AA (15), MRP (15), dan RF (16).
Keenam pelajar dan mahasiswa itu sebelumnya menggelar pesta miras oplosan di sebuah indekos di Jalan Sanrangan, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Selasa (21/02/2023)
Adapun pelaku penganiayaan memaksa meminum minuman miras disebut merupakan anak dari oknum polisi di Makassar.
Pihak keluarga korban pun sudah melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Namun, para pelaku masih bebas berkeliaran dengan status yang belum jelas.
Curhatan dari keluarga korban menyebutkan bahwa salah satu tersangka yang memukul korban hingga mengakibatkan salah satu anak dari keluarga kami dipukul kepala dan pelipisnya terus menerus hingga mengakibatkan lebam dan masih berbekas sampai dia wafat.
Usai unggahan video tersebut. hal ini mendapat reaksi beragam dari warganet. ada yang beranggapan bahwa zaman sekarang makin modern, tapi otaknya seperti binatang.
Baca Juga: Buntut Pekerja Tewas, DPRD Siak Desak Dirut PT BSP Beri Sanksi General Manager
“Zaman beuki modern, otak siga sato,” ketik akun twitter @rivaaalr
Ada juga yang beranggapan bahwa kalau mau mabuk mabuk aja sendiri, jangan maksa-maksa anak orang buat dosa juga.
“Yee si anjggg ya lu mabok mabok aja sendiri, ngapa maksa-maksa anak org buat dosaa anjjggg. sebel bet gw,” ketik akun twitter @Tuyulhejoo
Editor: Lukas Muhammad
Sumber: Postingan akun Twitter @Jaesahiy_
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Datangi Polsek Dente Teladas dengan Pede, Koboi Pemilik Revolver Ini Malah Masuk Perangkap
-
Ada Dowoon dan Lee Chae Min, Variety Show Take a Hike Siap Tayang Agustus
-
Jadi Suami Dingin, Emir Mahira Jaga Jarak dengan Zee Asadel Sebelum Syuting Kupilih Jalur Langit
-
Wajah Lebih Terdefinisi Tanpa Operasi, Tren Kontur Presisi Jadi Pilihan Baru Perawatan Estetika
-
Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Digeledah Kejati Riau
-
Duel Berdarah 2 Saudara di Pasar Kopindo Metro: Pria Ini Terkapar dengan Telinga Nyaris Putus
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Kejutan, Penjualan Mobil Polytron Ungguli Brand Ternama Korea, Jepang dan Eropa